Pactum | 62

1359 Kata

"Natasya Almeer!" panggil Kenan dengan nada dingin. Wajahnya datar, matanya memicing tajam. "Turun dan tinggalkan sepeda kamu. Siapa yang suruh kamu keliling perkebunan memakai sepeda? Ya Tuhan, bagaimana dengan anak saya di dalam sana!" Mengusap keningnya yang sedari tadi berkeringat dingin. Dia bahkan tadi segera melompat dari kasur, meninggalkan semua kerjaannya ketika mendengar Natasya nekat bersepeda sampai ke perkebunan bersama Lala. Natasya cemberut, memalingkan wajahnya dari Kenan. "Ayo Lala, kita keliling lagi. Anggap aja Kenan nggak ada di sini." Lala membelalak, tubuhnya sudah membeku di tempat. Tidak tahu harus melakukan apa. Lagi-lagi dia berada di posisi antara Kenan dan Natasya yang sangat tidak bisa memilih harus ke arah yang mana. Lala takut Kenan, Natasya pun akan memara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN