Kenan kembali beranjak dari tempat tidur, berlarian kecil menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perut. Namun nyatanya, lagi dan lagi hanya cairan bening yang keluar. Kenan sampai berkeringat dingin, tubuhnya pun mulai melemas. "Ken, kamu masih mual?" tanya Natasya melangkah memasuki kamar, dia baru saja dari dapur membuatkan Kenan minuman jahe hangat. Sudah dua hari Kenan tak ke kantor, dia mengalami muntah dan tidak enak badan yang benar-benar membuat pria itu seharian berbaring. Kenan juga mengeluh jika kepalanya pusing, salivanya terasa pahit, semua makanan yang masuk ke dalam mulut terasa tidak enak. Natasya melangkah pelan mendekati Kenan, pria itu sedang duduk di kursi rias Natasya. Wajahnya pucat, dengan tatapan sendu. "Minum dulu." Natasya mengusap rambut Kenan, mengecup pela

