Bab 22

782 Kata
Nadine meraih tubuh Daniel dan menenggelamkan nya di ranjang. Nadine menguasai seluruh tubuh Daniel dengan menduduki pangkal paha nya. "Na... Kau istri yang nakal ! "Nadine nakal hanya padamu mas Nadine memulai permainan panas nya, tubuh mereka saling bertautan, tangan mereka saling mencengkeram dengan keringat membasahi tubuh mereka. Daniel dan Nadine menikmati siang panas nya , tanpa paksaan atau apapun. Ini seperti cinta yang lama terpendam, seperti cinta yang telah lama menunggu, seperti Nadine yang selalu ada di hati Daniel. Daniel mengecup mesra istrinya yang sudah terkulai lemas, memeluk erat tubuh Nadine yang kecil dengan rambut hitamnya yang panjang. "Mas... "Hmm, mas kira Nadine tertidur ucap Daniel. Sambil bergerak - gerak karena kenakalan jemari Nadine yang menjamah tubuh Daniel ke sana ke mari. "Nadine suka bagian ini mas, ucap Nadine menjamah bagian perut Daniel yang seperti roti sobek. "Na, itu geli sekali. Jangan main - main dengan sentuhan mu na, karena mas masih bisa melakukan nya lagi dan lagi. Nadine tersenyum dan mulai mengecup tengkuk leher Daniel. "na... Apa kita tidak perlu makan ? Tanya Daniel yang membuat Nadine menghentikan gerakan nya. "Apa tidak cukup dengan cinta yang panas ini ? "Hahahaaa, ayolah na.. Jangan merayu mas terus. Akal mas sudah habis karena rayuan mu ... "Benarkah ? apa Nadine sebegitu ulungnya ? Daniel mengecup bibir Nadine dan menyibakkan selimut yang melapisi tubuh polos mereka. Daniel mengangkat tubuh Nadine ala - ala drama dan memasukkan nya ke bathtub. "Kita lanjutkan di sini bisik Daniel yang membuat Nadine sungguh panas. Di rumah Jonathan yang baru saja kembali langsung menemui seorang bayi kecil di kamar nya, "Oh beby... Daddy sangat menyayangi mu.. Maafkan Daddy yang belum bisa melupakan segala nya. Maafkan Daddy beby sayang.... "Apa yang kau lakukan Jonathan, sudah Daddy katakan padamu jangan berbuat kesalahan lagi. Jangan menghancurkan apapun lagi, kau harus merawat anak mu ucap laki - laki yang berdiri di depan pintu kamar Jonathan. "Aku tau ded... Tapi aku butuh waktu ! Ini tidak mudah bagiku. "Waktu ? apa kau membicarakan waktu puluhan tahun ini. Apa kau membicarakan waktu yang kau habiskan untuk suatu kesalahan atau bahkan lebih mungkin ? Daddy tidak bisa mengetahui semua nya Jonathan bila kau terus berbohong. Jonathan hanya diam tidak ingin melawan orang tua nya. Kesalahan nya memang tidak bisa di maafkan, walaupun berulang kali Jonathan menyesalinya. "Aku harap kau tidak memperlihatkan beby kepada siapapun bila kau ingin selalu bersama nya. Jangan selalu berbuat bodoh Jonathan ucap Daddy Jonathan yang sudah berjalan menjauh dari kamarnya. * oh beby kecil Daddy, Daddy akan menyayangi mu walaupun hanya Daddy yang ada di sampingmu. Kau tidak salah sayang.. aku lah yang bersalah. Daddy mu ini yang bersalah, jadi jangan pernah kau menatap Daddy iba seperti itu , Jonathan mengecup kedua mata bulat milik beby kecil nya. Daniel menarik nafasnya melihat Nadine yang sudah tertidur di ranjangnya. Daniel mengecup kening Nadine dan mengambil semua pakaian nya yang berserak, mas tidak ingin seperti ini terus na.. Mas ingin kau mengingat semua nya, jangan terus melupakan kan ku na ucap Daniel dalam hati. Daniel kembali ke kamarnya , menjatuhkan dirinya di ranjang dengan sebuah tarikan nafas yang berat. "Aku harus menemui paman ed ucap Daniel dan langsung berjalan cepat ke kamar mandi. 15 menit Daniel telah siap. Daniel melajukan mobilnya kencang , tak butuh waktu lama membuat nya sampai di rumah paman ed. Daniel menatap halaman rumah itu , di sana telah terparkir mobil yang ia kenal. Siapalagi kalau bukan mobil Jonathan. Ada sedikit keraguan di hati Daniel untuk masuk, mengingat bahwa dia memiliki hubungan yang tidak baik dengan Jonathan. Daniel sudah membalikkan tubuhnya untuk kembali masuk ke mobilnya kembali, Daniel mengingat yang Jonathan ucapkan sewaktu di kampus . Membuat Daniel kembali kesal dengan Jonathan, padahal ia mulai membuka hai untuk memaafkan nya. "Daniel ? kenapa pergi ? ayo masuk ucap paman ed. "Aku.... Daniel ragu dan menundukan kepala nya. "Dia tidak akan berani menemui mu bila ada aku Daniel, kau tu sendiri kan. "Baiklah paman ucap Daniel akhirnya masuk ! "Kita duduk di sana saja, paman ed menunjuk gazebo di tengah taman. Daniel mengangguk tanda setuju. Daniel dan paman memilih duduk di antara tanaman hijau di taman rumah nya. "Daniel, tak usah canggung. Jonathan tidak akan mengganggu mu, paman ed menatap Daniel tersenyum. "Aku tak menyangka bahwa Jonathan menjadi dosen di Universitas tempat Nadine bersekolah, paman. Ini suatu kebetulan yang luar biasa ucap Daniel. Paman Daniel mengerutkan dahi nya, membaca ulang perkataan Daniel . "Jadi maksud mu Nadine kuliah di tempat Jonathan mengajar ? Paman ed menyandarkan tubuh nya di kursi. "Iya paman, dan tadi pagi. Nadine tak sadarkan diri efek terkena serangan panik, seperti sudah mengetahui hal itu Jonathan memberikan obat yang sama dengan yang aku selalu berikan pada Nadine.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN