Bab 21

791 Kata
Dengan penuh perhatian Jonathan memijat kepala Nadine dan memberikan Nadine air mineral. Seperti tau apa yang akan terjadi Jonathan memberikan Nadine obat untuk mengatasi gangguan panik yang Nadine alami. Sekitar 15 menit Jonathan sudah melihat Nadine tertidur dengan tenang di sofa nya. Jonathan menatap Nadine penuh arti dan mengecup kening Nadine lembut, merapikan rambut - rambut kecil di kening Nadine dan memberikan Nadine selimut agar tetap hangat. Di ruang rapat , Daniel yang tampak gelisah sangat tidak yakin bisa meneruskan rapat bersama mitra nya. Daniel berulang kali melihat arloji nya, hatinya benar-benartidak nyaman. sampai satu panggilan membuat Daniel hampir saja tersentak "Saya permisi sebentar ucap Daniel di tengah diskusinya. "Hallo , ada apa tiba - tiba menelepon tanya Daniel kepada orang di seberang sana. "Maaf pak saya mengganggu waktu anda, saya melihat istri bapak pingsan di ruangan dosen dan sedang berada di ruangan dosen nya yang bernama JonathanaEL JUNO SUDIRO. "Jonathan ? "Iya benar pak, itu dokter Jonathan yang bapak kenal. "Baiklah terimakasih atas informasinya. Daniel yang frustasi langsung menelepon Jonathan secepat mungkin. "Jonathan, kenapa kau tak bilang hah ! kau ternyata Dosen di sana, bukan nya malam itu kau melihat Nadine di rumah ku ! kau yang merawat Nadine, kenapa Jonathan ? Jonathan hanya terdiam , memikirkan apa yang pantas dia berikan sebagai jawaban. "Jonathan ? "Maaf Daniel, mahasiswa ku bukan hanya sepupu mu, mana mungkin aku mengingat nya satu persatu Daniel. Daniel tampak berpikir dengan jawaban yang Jonathan katakan, sangat benar tidak mugkin Jonathan mengingat semua mahasiwa nya. "Baiklah kalau begitu tolong jaga Nadine sebentar, aku akan sampai di sana dalam waktu 10 menit Daniel berlari dari arah parkiran menuju ruangan Jonathan di lantai tiga universitas ini. nafas ter engah - engah sedangkan bibir nya terus bergerak mengucapkan kalimat - kalimat penenang. Keringat dingin keluar dari sela - sela rambut Daniel yang tebal dan tertata rapi. Dalam keadaan tak karuan pun Daniel masih tampak menawan. CEKLEK Daniel membuka pintu ruangan Jonathan dan mendapati Nadine yang masih dalam keadaan tak sadar. Wajah Daniel begitu pucat menatap istrinya yang terkulai lemah. "Daniel tenanglah , dia hanya pingsan ucap Jonathan. Daniel masih saja tidak karuan dan meracu menyalahkan dirinya. "Sepertinya hubungan mu dan dia tidak hanya sekedar sepupu saja Daniel. ucap Jonathan menatap Daniel tajam. "Dia istri ku, dan kau akan lihat mengapa aku begini. aku rasa paman ed sudah menceritakan nya padamu . "Tidak, orang tua ku tidak pernah menceritakan apapun. "Aku harap kau akan banyak membantu setelah ini Jonathan. kau sudah tau terlalu banyak. Jonathan menggigit bibirnya saat mendengar Daniel mengatakan itu. rasanya sangat tidak suka mendengar kalimat sinis itu keluar dari mulut Daniel, apalagi Daniel selama ini adalah orang yang paling dekat dengan Jonathan sampai suatu kejadian di masa lalu membuat mereka tidak sedekat dulu. "Daniel kau tau kan, perasaan ku masih sama ! "Kau terlalu bodoh Jonathan, jangan katakan apapun lagi sebelum aku mengirim mu ke neraka. Daniel mengangkat Nadine yang ternyata tidur efek obat yg Jonathan berikan. Gadis cantik itu memejamkan matanya erat sekali. Dari kaca jendela , Jonathan memperhatikan Daniel yang sangat panik karena istrinya pingsan. Jonathan menggigit bibirnya kesal dan berdecak menendang meja kerja nya. "Na... Nadine ... Kita sduah di mobil na... Kamu aman bersama mas.. Nadine tidak juga bangun dari tidurnya, membuat Daniel berpikir untuk pulang saja. Daniel harus mewanti - wanti berbagai hal yang akan terjadi. Akhirnya 15 menit perjalanan Daniel dan Nadine sampai di rumah, Daniel dengan hati - hati meletakkan Nadine di ranjang nya. Grep ! sebuah tangan memegang lembut lengan Daniel. "Mas.. Temani Nadine tidur ! Nadine menarik tangan Daniel lembut. Membuat Daniel berada di atas tubuh Nadine, tangan Nadine yang kecil berusaha memeluk tubuh Daniel dengan erat. "Nadine istriku dalam hati Daniel berbisik. Cup .. Daniel mengecup bibir Nadine singkat. Nadine terus saja menatap Daniel intens, jari - jari kecil Nadine mulai merayu Daniel dengan sentuhannnya. "Egh... Daniel memdesah karena hanya dengan sentuhan kecil Nadine sesuatu yang nakal telah menunjukkan wujud aslinya. Daniel menarik jari - jari Nadine yang nakal dan melumat nya satu persatu, Nadine mendesah karena tubuh nya yang panas efek lumatan Daniel yang intens. "Apa kita akan melakukannnya mas ... Tanya Nadine sambil memainkan d**a Daniel yang masih lengkap dengan kemejan nya. "Apa kamu yakin na.. Apa tubuh Nadine sekarang mulai Enak kan. Nadine mengecup dagu Daniel lembut, dan melingkarkan tangan nya di leher Daniel. "Nadine selalu menginginkan itu bersama mas ucap Nadine singkat. Nadine membuka satu persatu pakaian Daniel dan melucutinya.. na, santai na.. Mas tidak akan kemana - Mana. Nadine tenang dulu, ucap Daniel pada Nadine yang sudah seperti orang kelaparan. Nadine melumat habis seluruh tubuh Daniel dengan buru -buru, meninggalkan jejak kepemilikan. Nadine sangat ingin mas sentuh, sentuh Nadine di sini mas racau Nadine yang tampak sudah panas dengan permainan solo nya.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN