Bab 20

721 Kata
"Hmm, ya... hampir saja mas lupa untuk hal yang terakhir... tapi mas, akan kabari kau secepatnnya na.. "Baiklah mas, Nadine akan tunggu kabar baik nya. Nadine tidak au begini terus ucap Nadine sambil menunduk. Nadine juga merasa lelah dnegan hal ini mas, bagian pinggul ke paha sakit semua jadi nya.. entah apa hubungan nya yang jelas badan Nadine sakit semua. Daniel tersenyum kecut mendegar ucapan Nadine, apa Daniel terlalu serakah malam itu ? sampai membuat seluruh tubuh Nadine kesakitan. Daniel memperhatikan Nadine yang berjalan ke arah kulkas, tampak Nadine memang kesulitan berjalan. Tanpa sadar Daniel tersipu malu dengan kelakuan nya sendiri."Ya ampun.... pagi - pagi gini bisa aja Nadine tampak begitu menggoda "Na... ayo mas antar ke kampus, kebetulan mas ada rapat ke arah sana. "Sebentar mas... sebentar.. Nadine keluar dari kamar dengan wajah masam nya, dia mengigit bibirnya dan tampak ingin menangis. "Kenapa na ? "Tidak bisa pakai celana jeans mas, pinggul sama paha sakit banget. Mungkin Nadine mau datang bulan ucap Nadine yang sudah mau menangis. "Astaga Nadine, bisa - bisa nya membicarakan itu, auto aku tidak bisa nih konsentrasi dalam rapat nanti , Daniel membatin dan mengusap wajahnya. "Mas.. "Iya na, ucap Daniel yang tak ingin melihat ke arah Nadine. "Mas itu kenapa, pipinya merah terus dari tadi, mas sakit ? tanya Nadine yang langsung menempelkan punggung tangan nya ke kening Daniel. Biasa aja kok ! tapi kenapa merah terus gitu, Nadine sangat heran dengan wajah Daniel. "Tidak apa - apa na.. jangan begitu.. Daniel menggaruk kepala nya berusaha menghindar. Nadine yang memperhatikan kelakuan Daniel hanya tersenyum saja. DRDRDTDRTTT... ponsel Daniel bergetar "Hello bos, jangan terlambat ya. aku sudah stay di sini. "Ah siap nyonya Mauren, saya akan segera meluncur. KLIK. "Siapa mas ? "Mauren... Sekretaris mas.. kamu belum pernah bertemu ya na.. "Belum mas, "Entar kalau ada waktu mas kenalin deh, Mauren kan juga keluarga kita, anak dari panti Asuhan Bunda. "Oh ya mas... kalau begitu Nadine tidak jadi cemburu .. "Hah ?.. Nadine tidak menggubris sikap keterkejut Daniel sedikit pun, Nadine sengaja membuat Daniel baper . "Hati - hati ya, dan jangan nakal , Daniel mengelus rambut panjang Nadine dengan lembut. "Nadine tidak akan nakal mas, Nadine menampilkan senyum terbaik nya.. tidak butuh waktu lama buat Nadine untuk sampai ke kampus, karena jalanan memang tidak macet. "Nadine.... lin berlari dari arah pejalan kaki berhambur memeluk Nadine. "Kangen na..., kamu tidak sakit kan ? aku khawatir sama kamu na... "Tidak, aku sehat kok lin, Nadine tersenyum sambil memeluk lin. Lin dan Nadine berjalan sambil berbincang dengan riang, namun hati Nadine tidak Enak dan terus melihat ke sana kemari seolah ada yang memperhatikan nya dari tadi. "Kenapa na ? tanya lin pada Nadine yang tampak sedikit kebingungan. "Ah... tidak ucap Nadine sambil memeluk tubuhnya sendiri dan bertanya dalam hati , "Kenapa aku selalu begini kalau di kampus. kemarin pun aku hampir hilang kesadaran akibat serangan panik, Nadine membatin. "Hey Nadine ucap teman sekelas Nadine yang tidak tau siapa namanya. "Kamu dipanggil pak Jonathan keruangannya. Mungkin ada yang ingin beliau sampaikan tentang kelas kita ini. Cepat lah ke sana na... aku mau ke bawah dulu ucap nya. Nadine masih bengong mendengar kalimat yang di keluar kan gadis yang baru saja berlalu itu. "Na,.. "Iya lin.. "Kamu kenapa na ? kamu tidak sehat ? "Tidak lin, aku mau ke ruangan pak Jonathan dulu ya.. ucap Nadine sambil tersenyum. Nadine memeriksa ruangan dosen nya karena belum tau bagian mana pak Jonathan duduk. Dari jauh Jonathan memperhatikan Nadine yang sepertinya kebingungan, tapi Jonathan pun tidak berniat untuk membantu. Jonathan tersenyum kecil pada sudut bibirnya ,seperti sangat senang dengan apa yang terjadi di hadapan nya. "Pak Jonathan?!” "Jonathan yang pura - pura menulis hanya menunduk saja. "Kerjakan ini ucap Jonathan tanpa melihat Nadine. "Baiklah pak, ucap Nadine sambil permisi untuk pergi. "Kamu mau ke mana ? Jonathan membuka suara nya. Suara Jonathan yang terdengar dingin dan kaku membuat Nadine sedikit takut, kakinya terasa lemah seperti beberapa hari lalu saat Jonathan berbicara padanya. "Ada apa ini cap Nadine di dalam bathin nya. "Nadine panggil Jonathan yang sudah berdiri dan memegang pinggang Nadine, Jonathan melihat Nadine seperti lemas dan akan terjatuh. Nadine yang terkejut mendapatkan tanggapan seprti itu sedikit takut, aroma tubuh Jonathan membuat Nadine pusing dan lagi - lagi hampir hilang kesadaran. Dengan cepat Jonathan menggendong Nadine ke sofa ruangnya dan membaringkan Nadine.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN