Nadine menundukkan kepalanya.. tangan nya terus terpaut tanda cemas akan sesuatu. Nadine tampak sedang memikirkan nasibnya, sedangkan Daniel tampak mengarah pada pembicaraan yang mulai serius dan Bunda dengan tawa besarnya tampak sangat tenang saat pria yang sering di sebutnya menantu itu mulai berbicara serius. "Bunda... Daniel dan Nadine sudah pacaran, jadi sekarang Daniel sudah sering mengecup Nadine . pagi, siang , malam Daniel terus melakukan itu. "Hahhhaaaa... bila kecupan tak cukup lakukan saja yang lebih dari itu, Bunda sangat mendukungmu menantu kesayangan.” Ucap Bunda yang di akhiri dengan tawa besarnya. Bunda Nadine memang tidak tau bahwa Nadine juga berada di dekat Daniel dan mendengarkan semua yang Daniel dan Bundanya katakan. Wajah Nadine berubah drastis .. dia tampak sang

