"Pagi Mauren...
"Pagi pak, ucap Mauren sopan karena takut terdengar karyawan lain.
"Apa jadwalnya sudah siap ?
"Sudah pak, siang ini dengan perusahaan bahan inti dasar, sorenya dengan perusahaan penyalur pihak ketiga.
"Ok, kita harus bekerja giat hari ini, Daniel sangat bersemangat.
Di kamar, Nadine yang baru saja terbangun dari tidurnya yang lelap langsung menuju kamar mandi.
"Hah... bisa - bisa nya aku tidur begini ucap Nadine yang melihat tubuhnya tanpa pakaian.
Menjelang malam Daniel yang pulang dengan tenaga yang tertinggal 50 % segera mencari Nadine yang menjadi mood booster nya.
Nadine yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung tersenyum menatap Daniel, Daniel yang berjalan langsung ke arah Nadine mencium kening Nadine lembut.
"Mas.... ! Nadine mendorong tubuh Daniel dengan kuat.
Daniel yang sangat lelah terkejut dengan tingkah Nadine. "Apa Nadine marah karena kau pulang malam ?
Daniel mendekatkan diri dengan Nadine dan mengelus pipi Nadine lembut, "Maafin mas ya sayang sudah buat Nadine nunggu sendirian di rumah.
Nadine memundurkan dirinya , menatap Daniel dengan tatapan tak terbaca dan membanting pintu masuk ke dalam kamar.
"Apa salah ku ? tanya Daniel pada dirinya sendiri.
Daniel masuk ke kamarnya, mandi untuk meyegarkan diri dan menunaikan kewajibannya sebagai umat.
Daniel menyempatkan diri mendo'akan yang terbaik untuk sang istri, dan tidak ada kesalah pahaman dalam rumah tangga nya.
Daniel yang baru saja berdiri dari sujudnya langsung teringat pada Bunda Nadine dan segera menelepon.
"Bunda ...
"Hey Daniel , ada apa ?
"Bunda... bisa bicara sebentar..
"Tentu, bicaralah.
Daniel menceritakan setiap detial yang terjadi hari ini tanpa ada yang tertinggal, termasuk ia yang bercinta dengan Nadine pagi ini. Bunda terdiam tidak memberi tanggapan.
"Daniel, ini adalah hari ke 30 setelah Nadine bangun dari tidur panjangnya. Apa Daniel ingat hari ke 3 Nadine sadar ?
"Iya Bunda Daniel ingat, Daniel sempat berpikir bahwa Nadine telah menerima Daniel menjadi suami nya.
"Hari itu Bunda juga heran, tapi ke esokan harinya , Nadine tidak lagi seperti sebelumnya. apa Daniel ingat ?
"Tentu Daniel ingat Bunda.
"Daniel..........., Nadine sudah mengalami cobaan yang sangat berat, walaupun Nadine terlihat baik - baik saja. Apa mungkin semua yang telah terjadi akan hilang begitu saja seperti tertiup angin ? tidak mungkinkan, Mungkin terlalu cepat kita mengambil keputusan untuk membiarkan Nadine kembali hidup normal ucap Bunda di seberang telpon.
"Maafkan Daniel Bunda.... Daniel yang egois waktu itu, tanpa kompromi dengan Bunda dan Ayah.
"Sudah lah Daniel, Bunda rasa hal ini tidak perlu kita seseli lagi. Menurut Bunda kamu harus membicarakan ini pada ahli nya, tapi jangan beritahu Nadine dulu. Bunda takut Nadine akan menjadi bingung.
"Iya Bunda, Daniel bisa mengerti.
"Dan bila ada hal yang buruk dari ini, Daniel harus cepat mengabari Bunda.
”iya Bunda, terimakasih dan maaf.”
Keegoisan terkadang membuat orang lupa untuk berkompromi . Cinta yang begitu besar juga bisa membuat seseorang lupa dengan kata Ikhlas, yang ada hanya rasa ingin memiliki berbalut kata menerima.
Kegelisahan Daniel membawanya pada satu tempat, yaitu rumah Jonathan.
"Hay paman, apa kabar ucap Daniel memeluk Papa nya Jonathan
"Oh,, Daniel apa kau sedang menyindir ku ?
"Maafkan aku bila kau merasa seperti itu paman.
"Jadi hal penting apa yang membawamu kemari hah ? Mari kita duduk di sana.
Daniel menatap Papa Jonathan ragu untuk menceritakan segalan nya.
"Oh ayolah, jangan menatap paman seperti itu, apa kau tidak lagi percaya pada pria tua ini ?
"Bukan begitu paman.
Papa Jonathan menaikan alis nya , "Kalau begitu katakanlah sekarang. Jonathan tidak di rumah jadi kau bisa lebih leluasa.
Daniel menautkan kedua tangan nya dan mulai menceritakan segalanya tanpa ada yang tersisa. Semua demi kebaikan Nadine, dan Daniel yakin paman Jonathan bisa di percaya.
"Kau tau Daniel, sekarang aku sudah memiliki dugaan, tapi akan memeriksa lebih lanjut. Istri mu aku perkirakan mengalami Kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif.
Daniel menggigit bibirnya meminta penjelasan lebih pada Papa Jonathan.
Kepribadian ganda atau gangguan identitas disosiatif adalah kondisi di mana seorang individu memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Umumnya gangguan ini disebabkan oleh kejadian traumatis yang dialami individu tersebut. bentuk trauma ini bisa berupa kekerasan fisik atau emosional.
"Di sini terkadang masyarakat salah memahami antara Individu dengan skizofrenia yang sering dianggap memiliki kepribadian ganda, padahal kedua hal ini merupakan penyakit yang berbeda.
Skizofrenia ditandai dengan melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata (halusinasi), serta meyakini sesuatu yang tidak memiliki bukti dan tidak dapat dipatahkan (waham). Orang dengan skizofrenia tidak memiliki beragam kepribadian, seperti yang dimiliki gangguan identitas disasosiatif. namun, keduanya berisiko untuk melakukan tindakan BUNUH DIRI.
Penyebab kepribadian ganda sampai sekarang belum bisa di pastikan. Meskipun banyak faktor yang terlibat dalam penyakit ini, tetapi penderita gangguan identitas disosiatif biasanya memiliki latar belakang pengalaman traumatis, Bisa seperti trauma yang terjadi secara mengejutkan atau terjadi pada saat masa kecil.
Pengalaman traumatis ini bisa berupa penyiksaan berulang kali baik secara emosional, kekerasan fisik, maupun pelecehan seksual. karena pengalaman ini, seseorang kemudian seolah-olah menciptakan mekanisme pertahanan diri dengan cara menciptakan kepribadian lain di luar kesadarannya agar terlepas dari rasa trauma hebat yang dialaminya.
"Tapi apa ini sudah pasti paman ?
"Butuh waktu yang tidak sebentar Daniel. Tidak sedikit penderita kepribadian ganda juga mengalami gangguan mental lain, seperti gangguan cemas atau depresi.
namun ada beberapa gejala yang bisa kita lihat dalam keseharian. Gejala-gejala gangguan identitas disosiatif alias kepribadian ganda dapat di lihat dengan munculnya dua atau lebih kepribadian berbeda-beda yang secara bergiliran mengambil alih atau kendali atas diri penderitanya.
Masing-masing dari kepribadian ini memiliki nama, pola pikir, kebiasaan, gaya berbicara, ciri fisik, bahkan gaya tulisan yang berbeda-beda.
Tanda-tanda seperti depresi, kecemasan berlebihan, sering merasa bersalah, hingga agresif dapat muncul.
Halusinasi baik audio maupun visual juga mungkin terjadi.
Perubahan mood (mood swings), serangan panik, fobia, gangguan makan, gangguan tidur (seperti insomnia dan berjalan saat tidur), sakit kepala berlebihan, serta disfungsi ereksi juga biasanya menyertai gangguan identitas disosiatif.