Bab 15

932 Kata
Dengan memilah kecemasan yang terjadi sepanjang hari, mencatatnya, kemudian memberikan penilaian satu hingga sepuluh pada setiap kecemasan tersebut. Angka tertinggi dari point tersebut merupakan penyebab utama dari serangan panik yang di alami. Kembangkan teknik guna membantu mengatasi kecemasan sehari-hari, Hal ini sangat penting guna mengelola kesehatan mental. Menurunkan stres, mengurangi asupan alkohol dan kafein, serta berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga kecemasan. "Sepertinya aku harus bertemu secara pribadi dengan dia nanti, agar ini tidak berlarut. Untuk sekarang aku lebih baik permisi dulu Daniel. "Apa ini akan baik - baik saja? apa tidak menunggu sampai Nadine tersadar baru kau juga pulang, jujur saja aku cukup takut dengan hal ini. Takut aku tidak bisa mengatasinya . "Kalau kau menginginkan seperti itu , maka aku akan menuruti ucap dokter tersebut kepada Daniel. Dokter dan Daniel memilih duduk di ruang tamu agar tidak mengganggu Nadine yang sedang beristirahat. "Siapa dia Daniel ? tanya Jonathan yang baru saja duduk . Aku tidak pernah melihatnya selama ini. "Sepupu dari Ibu di Indonesia. Bukannya kau juga pernah ke sana Jonathan ? Jonathan hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Daniel. Jarinya mengetuk - ngetuk sofa menunjukan kegelisahan. "Selamat pagi mas, ucap Nadine yang sudah menyiapkan sarapan pagi - pagi sekali. "Iya na, kenapa cepat sekali membuatkan sarapan nya, apa hari ini akan ke kampus ? biar mas yang mengantar ya... "Tidak mas, hari ini belum aktif seperti biasa. Nadine sengaja bangun pagi untuk mas , Nadine tersenyum. "Tidak masalah na... , tapi kebetulan Dokter yang merawat Nadine malam itu ingin bertemu. Hanya saja Nadine terlalu lelap tidur jadi dokter lebih memilih pergi. "Dokter ?” "Iya dokter keluarga ini. mereka sudah turun temurun dari kakekny, Ayahnya, sampai dirinya sendiri sekarang menjadi dokter pribadi kami. Mereka sangat telaten dalam bekerja na, dan hati - hati dalam bertindak. jadi kita tidak perlu khawatir. "Benarkah ? untuk apa mereka kemari ? apa mas sakit ? "Hah ? apa Nadine tidak ingat kejadian semalam tanya Daniel dalam hati. "Apa mas....” "Apa mas sakit.. ? tanya Nadine lagi dengan cemas. "Ya... mas hanya pusing saja .. "Orang kaya begitu ya mas, sakit kepala langsung panggil dokter ucap nan sambil tersenyum. Beranjak dari ruang makan, Daniel yang mempunyai banyak waktu sebelum pergi ke kantor memilih untuk duduk di sofa dengan santai. Daniel membaca berbagai macam laporan yang sudah menumpuk dalam beberapa hari saja. "Wah ini sungguh keterlaluan. DRRTTT DRTTT.......... Bunda IS CALLING................ "Hallo Bunda, apa kabar Bunda ? "Apa kabar Daniel, apa kau sehat ? maaf Bunda jarang menelepon karena sedang sIbuk beberapa hari ini. "Tidak masalah Bunda, Daniel bisa mengerti. Ini kan musim nikahan, tentu Bunda yang menjadi langganan para pejabat kan ! Karya Bunda selalu dinikmati. "Pandai sekali Daniel memuji, Bunda jadi berbunga - bunga... di mana Nadine Daniel ? "Sedang di kamar Bunda, "Oh biarlah, kami sering video call, Daniel tidak perlu khawatir. Bunda menelepon khusus kepada Daniel. "Bagaimana ? apa semua lancar ? "Tentu Bunda... "Terimaksih Daniel. "Mas..... Nadine memanggil Daniel.. "Bunda Nadine memanggil , sudah dulu ya Bunda.. KLIK... Daniel yang mendengar panggilan Nadine , merapikan berkas nya dan menuju arah panggilan. "Na.. ada apa ?.......... Mata Daniel membulat , jantungnya sekan mau lepas, Kenapa na ? "Kenapa apa nya mas ? "Kenapa berpakaian seperti itu, tutup tubuh mu na... "Kenapa ? "Mas kan suami Nadine , Nadine ingin melakukannya dengan mas. apa mas tidak ingin melakukannya dengan Nadine ? "Ma_ maksudnya ? Daniel terbata di buat tingkah Nadine. "Apa mas tidak mengakui Nadine ? bukankah mas yang ingin menikahi Nadine ? bukannya mas bilang mencintai Nadine sejak lama ? "APA ? Daniel sangat bingung melihat situasi ini, dengan cepat Daniel mengambil ponselnya untuk menelepon Bunda Nadine . setidaknya untuk medapatkan stitik pencerahan. Belum sempat Daniel menekan panggilan, ponsel yang berada di tangan Daniel sudah di rebut oleh Nadine. "Kenapa sih mas ? apa - ap Bunda.. apa - apa Bunda lagi... mas itu suami Nadine, kenap mas jadi begini ? "Mas yang bingung kenapa Nadine jadi begini. "Cckk, maa Daniel ! rutuk Nadine dan pergi duduk di atas ranjang sambil menangis. Daniel bingung dan kacau ? siapa yang tidak ingin tidur dengan istrinya. Tapi siapa juga yang mau tidur dengan istri yang tidak sadar penuh dengan keadaan. Sungguh kacau batin Daniel. Daniel mendekati Nadine yang masih seperti sebelumnya, mengelus pundak Nadine dengan lembut agar Nadine berhenti menangis. "Apa mas begitu tidak ingin dengan Nadine ? "Mas boleh bertanya ? dari mana Nadine tau bahwa mas adalah suami Nadine ? "Nadine tau sendiri , sejak awal Nadine sudah tau. Daniel mengeryitkan dahi nya karena bingung. belum sempat Daniel meminta maaf kepada Nadine, bibir Daniel telah di lumat Nadine dengan bibirnya. Daniel yang merupakan pria dewasa memeluk erat Nadine mengikuti gairahnya, Mamaksa Nadine untuk membuka mulut dan mengabsen seluruh yang ada di dalam nya. Lambat laun Nadine dan Daniel pun saling bertautan , semakin dalam.. semakin lembut.. tanpa sadar tangan Nadine telah menggantung di leher Daniel. Daniel mulai mengabsen seluruh tubuh Nadine dengan lembut, "Hmmm, inikah kenikmatan menikah ucap Nadine parau..... Rasanya begitu nikmat mas ucap Nadine lembut di telinga Daniel. Daniel yang begitu b*******h tidak sanggup lagi menahan dirinya, dengan hentakan lembut Daniel mulai bercinta dengan nan selayaknya suami istri. Waktu telah menunjukan pukul 09.00 pagi, Daniel yang terkejut langsung bangkit dari ranjangnya. Daniel menatap Nadine yang tengah tertidur pulas di samping tubuh Daniel. karena hari ini ada rapat penting , Daniel segera mensucikan dirinya dan bersiap ke kantor. Daniel melirik kembali kamar Nadine sebelum meninggalkan Panthouse nya. "Masih belum bangun ? tanya Daniel dalam hati, Daniel melangkah cepat dan mencium kening Nadine lembut. "Terimakasih atas kebahgian pagi ini ....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN