APAKAH MIMPI ITU PETUNJUK

628 Kata
Hiyya POV Malam semakin gelap membuktikan bahwa waktu telah larut. Kuputuskan untuk segera beranjak tidur. Aku tidak mau esok hari aku kesiangan untuk sholat ied. Gema takbir fitri masih menemani tidur malam ku ini. Mungkin akan terus menemaniku sampai aku esok terbangun. Sebelum tidur aku berwudlu seperti yang disunnahkan nabi. Lalu aku berjalan dari kamar mandi kamar ke arah ranjang empukku. Ku rebahkan tubuhku di ranjang kesayanganku ini. k*****a beberapa surat pendek dan kemudian doa akan tidur sebelum pada akhirnya aku terlelap. Perlahan mulai terpejam kedua ainun ini. Aku dibawanya ke alam mimpi. Mimpi yang indah. Enggan sekali rasanya untuk membuka mata tersadar dari mimpi itu. Indah sekali suasananya. Dengan ladang bunga sebagai tempatku berdiri. Berbagai macam jenis bunga ada disini. Hanya kagum yang bisa ku utarakan. Di saat aku sedang mengagumi keindahan tempat ini, ada suara merdu yang terdengar. Suara ini seakan memiliki daya pikat untukku. Ku ikuti suara itu sampai pada asal suara itu. Semakin ku ikuti suara itu semakin terdengar jelas suara yang tadinya samar-samar. Kini aku mengetahui suara itu adalah suara orang yang sedang mengaji. Sungguh naghamnya sangat indah. Suara itu membawaku pada sebuah pondok yang ada seseorang di sana entah siapa. Aku mengira aku akan sendirian di mimpi ini namun nyatanya ada orang lain tapi siapa dia. Ku dekati pondok itu untuk melihat lebih jelas. ### Sampai di pondok. Jarak ku tak terlalu dekat dengan pondok mungkin sekitar 5 meter. Penglihatanku pun sudah jelas. Ternyata di pondok itu ada seseorang pria berjas tengah bermurajaah Al Qur’an dengan membelakangiku. Ya, dia lah pemilik suara merdu yang menarikku kesini. Ku dekati dia siapa tahu dia bukan manusia, mungkin jin atau malaikat aku tidak tahu. Ini alam mimpi semuanya bisa terjadi. Jarakku hanya tinggal beberapa langkah lagi. Ku pastikan siapa dia. Namun belum sempat aku mengucap salam pria atau apalah itu mengakhiri murajaahnya dan kemudian menjawab salam yang belum sempat terucap dari mulutku. “Wa’alaikumussalam.” jawabnya dengan suara bariton namun merdu. “Ta....pi a..ku belum mengucapkan.....” kataku di potongnya dengan anggukan dan dia meneruskan kata-katanya.  “Nanti kau dapat mengucap salam itu kepadaku setiap hari.” kata pria yang tak pernah aku ketahui wajahnya. “mmm...apa maksudmu? dan siapa kau ?” tanyaku. “Nanti kalau sudah waktunya kau akan mengerti dan kau akan tahu siapa aku. Jadi tunggu lah aku.” katanya lagi. “Insyaallah, tapi untuk apa aku menunggumu ?” tanyaku dengan raut wajah yang tetap penasaran. Dia diam mungkin jika aku menafsirkan sekarang pria itu tengah tersenyum atas pertanyaanku. Kemudian dia menjawab pertanyaan penasaran ku. “tunggu aku untuk jadi kekasih halalmu.” katanya dan kemudian dia pergi. Bayangannya kini pun tak terlihat lagi. Saat pria itu menghilang ladang serta pondok itu berubah menjadi ruangan dengan penuh cahaya. Aku kemudian terbangun dari tidur dan mimpi aneh ini. “Astaughfirullahal’adziim.........Astaughfirullahal’adziim....” kataku sambil mengusap dadaku. Berkali-kali ku ucap istigfar sambil menetralkan degup jantungku yang sangat cepat. Setelah sedikit tenang ku lirik jam kecil di nakas ternyata sudah seperempat malam. Kusegerakan untuk berwudlu dan qiyaumul lail. Ku adukan segala rasa rinduku dengan berdua’an pada sang Khaliq. Setelah itu seperti biasanya aku melanjutkan dengan membaca murrotal Al Qur’an tersayangku. Al Qur’an cantik hadiah masuk pesantren dari Mbak Zhahira, kakak keduaku setelah Mas Hamzah. k*****a Al Qur’an itu sampai menjelang shubuh. Kemudian ku akhiri murratalku. Ku tutup dan ku cium kitab pembimbingku ini dengan takdzim. Akan ku letakkan Al Qur’anku di tempat semula, namun kemudian aku teringat dengan sang pemberi hadiah ini. Ya, Mbak Zhahira. Dia meninggal sebulan setelah aku masuk pesantren dan setelah dia memberiku ini, Al Qur’an cantik. Ini hadiah terakhirnya untukku sebelum ia tiada untuk selamanya. ♠♠♠
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN