Suami Licik

1913 Kata

"Cie … yang mau punya baby lagi. Semangat, dong, bikinnya. Bapaknya ganteng ini, kok." Suara Astri terdengar di telinga sesaat setelah aku merebut ponsel yang sedari tadi dalam kendali Mas Arkan. Terlihat suamiku tersenyum tanpa rasa berdosa ketika menatapku yang kesal karena tingkahnya yang selalu sukses membuat geram. "Siapa juga yang kepingin punya anak sama laki-laki yang suka ingkar janji!" Aku berucap ketus sesaat sebelum mengakhiri panggilan dengan sahabat baik yang selalu menunjukkan keberpihakan pada Mas Arkan. Huh menyebalkan! Bahkan, sahabatku sendiri berpihak pada lelaki yang suka ingkar janji ini? "Iya, sih. Aku juga tadi sempet mikir. Apa iya, anakku harus lahir dari wanita cengeng dan kekanak-kanakan seperti ini?" Mas Arkan menatapku dengan tatapan menyepelekan ketika pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN