Setelah beberapa lama bahkan sampai anaknya sadar dan mencari-cari keberadaan dirinya, Astri baru kembali ke rumah bapakku dengan senyum lebar yang tersungging di bibirnya. Membuatku bertanya tentang apa yang telah terjadi di rumah itu seandainya benar dia jadi ke rumah mantan mertuaku. "Berhasil." Kudengar Astri menggumam pelan saat langkahnya semakin dekat. Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat puas sekali? Apa misinya untuk mengerjai Bu Ninik telah membuahkan hasil? "Tri, kamu beneran ke rumah Mas Pram?" Aku bertanya memastikan sesaat setelah Astri menghentikan laju motornya di halaman depan rumah Bapak. "Iya." Astri menjawab dengan santai pertanyaanku ketika kedua kakinya turun usai men-standar motor miliknya. "Ish. Kamu ini, kurang kerjaan aja, deh. Nih liat, Devan sampe nangis

