"Ayah …." Riana yang muncul dari dalam kamar, tampak gembira saat menyadari salah satu dari dua orang yang datang adalah ayahnya. Pria yang mungkin dalam diam amat dirindukan oleh gadis kecilku itu. Ah, tidak! Bukan cuma gadis kecil itu, tapi … ibunya juga. Ya Allah, apakah aku bersalah karena masih merindukan orang yang hampir pasti bakal bergelar sebagai mantan suami tak lama lagi? "Nana! Anak Ayah." Fokus di wajah Mas Pram sontak terpecah ketika sang putri memanggil dirinya. Seperti bara yang tengah berkobar, emosi dalam diri ayah Riama seketika padam kala kedua matanya menatap senyum riang buah hati yang memiliki paras wajah serupa dirinya. Ketegangan antara Mas Pram dan kakaknya berangsur hilang dengan kemunculan Riana yang tampil ceria sore ini. Mas Pram buru-buru membungkukkan

