Bab 30. Nggak Tenang

1142 Kata

Malam sudah sangat larut, Nayyara belum juga memejamkan matanya. Pikirannya masih saja berkecamuk tentang perkataan dan ancaman dua perempuan muda yang tadi datang. Dibilang takut ya tetap takut lah, apalagi kalau harus berurusa dengan perdukunan, jelas Nayyara ngeri. Diambilnya ponsel yang telah penuh terisi daya. Jemarinya mencari satu nama yang tersimpan di antara beberapa nama. “Sudah malam, nggak enak rasanya kalau harus mengganggunya tapi, aku nggak tenang begini,” guman Nayyara saat satu nama telah terpampang jelas di layar ponselnya. Beberapa kali Nayyara masuk dan keluar lagi di aplikasi berlogo lingkaran hijau. Sampai akhirnya ujung telunjuknya tak sengaja menekan gambar dial, karena terkejut suara petasan yang dinyalakan anak-anak remaja dan kebetulan pas lewat depan ruamh Nay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN