Bab 29. Ancaman

1058 Kata

Innova Rebon hitam sudah terparkir di depan rumah sederhana. Aufar membukakan pintu untuk Nayyara. “Silahkan Tuan Putri, kita sudah sampai.” “Terima kasih.” Nayyara tersenyum dengan perlakuan manis Aufar. “Ibu ada Om Aufar!” Terdengar teriakan anak kecil dari dalam rumah, padahal Nayyara dan Aufar baru turun dari mobil, rupanya tuan rumah sudah mengetahui kedatangan mereka. “Assalamualaikum.” Aufar dan Nayyara mengucap salam hampir bersamaan. “Waalaikumsalam. Masuk Om.” Seorang anak perempuan usia tujuh atau delapan tahun mengandeng tangan Aufar dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. “Tante ini siapa, Om?” tanyanya sambil bergelayut manja di samping Aufar, pandangannya tak lepas dari sosok Nayyar. “Halo, salam kenal. Nama tante Nayyara, kalau nama adik cantik ini siapa?” Nayyara men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN