Bab 28. Ajakan Serius

1084 Kata

Aufar menatap takjub pada Nayyara yang begitu menikmati rujak dan sesekali menyomot manisan mangga, tampak menggiurkan. “Mau?” tanya Nayyara pada Aufar. “Habiskan saja, aku senang lihat kamu banyak makan gini. Kalau kamu pengen apa-apa bilang aja, jadi baby nggak ileran juga.” “Ish, jangan ngomong gitu, dedek pasti ganteng kalau cowok, kalau cewek cantik. Jadi jangan pernah ngatain anak saya begitu,” protes Nayyara dengan wajah cemberut yang membuat Aufar merasa gemas. “Iya… iya, Sayang baby anakku juga, perlu kamu ingat, pfff….” Ucapan Aufar terpotong karena Nayyara menyuapkan sepotong mangga ke dalam mulut Aufar. “Sayang-sayang, nggak ada sayang-sayang.” Nayyara melotot pada Aufar. “Ais… asem banget ini Sayang.” “Rasain, makanya jangan manggil orang seenaknya begitu.” Nayyara terg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN