Chapter 34. Jasad lelaki itu terbakar “Kau benar nona, aku tidak memperoleh apapun. Tapi pikiranku yang berbicara padaku,” kata Adam sambil memukul kepalanya seakan dia ingin menghancurkannya. “Di sini dia berbisik, menyuruhku membunuh diriku sendiri, tapi aku tak mau mati sendirian. Jadi kau harus menemaniku. Sampaikan selamat tinggal pada dunia yang b******k ini.” Usai berkata begitu Adam langsung melempar pemantik kelantai yang sudah diberinya minyak tanah. Api mulai menjalar sesuai alur minyak tanah. Tak menunggu lama, api itu sudah melahap tubuh Adam dalam sekali helaan nafas. Amanda menjerit tak percaya. Api menjalar dengan cepat menyambar tubuh lelaki itu. Suara raungan Adam memekakkan telinga Amanda. Apa dia juga ikut mati? Pikir Amanda dalam hati. Lelaki itu tertawa menyedi

