Tidak jadi pergi

1292 Kata

Masuk ke ruangan Raksa, ternyata remaja itu sedang sibuk. Melangkah mendekatinya, mencari tahu apa yang membuatnya terlihat sangat fokus. Dia awalnya berpikir anak itu sedang mengerjakan soal atau sesuatu semacam itu. Ternyata Raksa sedang menulis sesuatu.  "Untuk siapa?" Fikar duduk di kursi yang baru ditariknya agar bisa dekat dengan pasien.  "Papaku, dia tadi mengirimkan aku alat-alat gambar, ada cat air kesukaanku juga. Jadi aku akan berterimakasih padanya!" Raksa sudah menulis untuk kesekian kalinya, tapi menurutnya belum ada kalimat yang tepat.  "Kupikir dari mamamu. Kau akan mengirimkan lewat siapa? Bukankah papamu sedang di tahan sampai masa penyelidikan selesai?" tanyanya sambil memperhatikan raut serius di wajah remaja itu.  Raksa baru ingat tentang hal tersebut. Dia akan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN