Alam menanyakan tentang dokter Luna pada staf rumah sakit. Ternyata dokter Luna sedang ada jadwal operasi hari ini. Jadwalnya baru akan kosong saat malam hari, itupun kalau dokter Luna tidak langsung pulang. Karena sedang tidak ada yang akan dilakukan, Alam akan pergi untuk melihat kondisi Raksa. Remaja yang akhir-akhir ini membuatnya kembali mengingat masa-masa saat masih sekolah. "Dokter, bisakah kita bicara?" Fikar sudah memikirkan hal yang akan dikatakannya. Alam dan Fikar pergi ke atap gedung Rumah sakit. Keduanya tidak terbiasa mengobrol, karena karakter dingin dokter Alam yang selalu mengintimidasi dokter Fikar. Tapi Fikar terbiasa berbicara, meskipun mungkin dokter Alam sering mengabaikannya. Kali ini, dokter Alam terlihat menyimak ucapan dokter Fikar dengan baik. "Tidakkah

