Pagi Bapak Zahra bersiap ke sawah. Kebetulan dia berpapasan dengan menantunya yang baru saja naik mandi. "El," sapanya sambil melempar senyum ramah. El yang sudah di depan pintu berhenti melangkah. "Iya, Pak." "Bapak pagi ini mau nanam padi. Bantuin Bapak, ya," pinta mertuanya itu. "Emm..." El berpikir-pikir dulu. "Bisa gak?" tanya mertuanya kembali. El tersenyum tipis, dalam hati sangat tidak mau, tapi wajahnya menggambarkan bahwa dia tidak keberatan. Tampak dari senyumnya yang keliatannya fine-fine aja, padahal malas membantu mertuanya. Bukan apa-apa, dia ini tidak tahu tanam-menanam, jadi takutnya akan mempersulit bukan malah mempermudah. "Mau?" Mertuanya bertanya lagi. El menganggukkan kepala tanda mengiyakan. "Alhamdulillah, kalau gitu Bapak duluan ya. Nanti kamu nyusul aj

