“Sebenarnya…” El tidak sengaja mendapati Zahra yang diam-diam memperhatikannya yang sedang bicara dengan mertuanya. Wanita itu sadar dia melihatnya, dan Zahra menggelengkan kapala. Dia mengerti isyarat yang diberikan wanita itu, Zahra mencegahnya untuk tidak mengatakan yang sebenarnya. “Aku mohon kamu jangan mengatakan iya, Mas,” ucap Zahra dalam hati sambil menatap lekat suaminya. El menarik napas dan kembali melarikan pandangannya pada mertunya. Dia mengangkat kedua sudut bibirnya. “Saya sama sekali gak keberatan, Pak. Memang saya kaget ketika orang tua saya menjodohkan saya dengan Zahra. Bahkan saya tidak tahu Zahra itu wanita seperti apa. Namun, setelah saya melihatnya, saya yakin Zahra wanita yang baik. Sebagai suami yang gak ada apa-apanya ini, tentu saya agak ragu, takutnya tidak

