El, Zahra, dan Zidan telah sampai di Surabaya. Mereka menaiki taksi menuju rumah. Selama perjalanan ke rumah mereka saling diam dengan pemikiran masing-masing. Zidan yang sibuk memikirkan tugas sekolahnya yang mungkin saja sudah menumpuk karena dia izin tidak masuk selama seminggu. Zahra sedang memandangi suaminya yang duduk di kursi depan, dia menebak-nebak apa yang sedang dipikirkan suaminya, karena wajah pria itu terlihat bimbang. Entah, bimbang pada siapa? Dan El sedang memikirkan masalah kehidupannya yang rumit. Sampai di rumah. Zahra mengemasi barang-barang, membuka koper dan menyimpan kembali barang-barang ke tempatnya semula. Barang selesai disimpan, dia pun menoleh memandang suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi. "Mas, mau aku masakan apa?" "Terserah," jawab El yang

