5 menit, 10 menit, waktu berlalu dan El hanya mengetuk-ngetukan jarinya ke dengkul kakinya_dalam posisi bersila. Dia hanya diam dengan wajah yang sesekali menunduk, padahal ada ibu mertuanya di hadapannya. Dia benar-benar tidak tahu harus mengobrol apa pada wanita berhijab itu. Wanita itu terlihat orang baik, murah senyum, wajah berseri-seri dan mirip sekali dengan wajah istrinya. Bisa dibilang cantik. Kayanya wanita itu menikah muda, makanya wajahnya terlihat tidak terlalu tua padahal sudah punya cucu. Lebih tuan mamahnya malah. Mukanya juga bersih dan adem. Benar-benar terlihat wanita baik-baik. “El.” El mengangkat pandangannya melihat ke ibu mertuanya. “Ibu mau bilang makasih ke kamu, karena udah menjaga anak ibu,” kata wanita itu. El mengangguk pelan. Meskipun dia tidak merasa menj

