"Sayang kamu kenapa, kamu keliatannya capek banget?" tanya Ara sambil mengelus kepala El yang baring di pangkuannya. "Aku lagi banyak masalah," jawab El. "Masalah apa? Cerita ke aku. Aku siap mendengarkan. Gak peduli sebanyak apa, aku pasti mendengarkan semua curhatan kamu." El diam saja. Bagaimana mungkin dia cerita soal hubungannya dengan Zahra pada kekasihnya. Dia begitu setres perihal Zahra yang hamil. Dia bingung dengan masa depan hubungannya dengan Ara akan seperti apa. Apa masih bisa berlanjut atau akan seperti ini selamanya, tanpa kejelasan. Atau malah berakhir kandas. Dia tidak tahu apa Ara masih setia dengannya karena belum juga bisa memberi kepastian pada wanita yang dia cintai itu. El meneteskan air matanya. Kenapa percintaannya serumit ini? Andai dia tidak bertemu Ara, mun

