Sehari, dua hari, tiga hari berlalu namun belum juga Dirgantara sadar dari komanya. Pria itu tetap terbaring lemah di ranjang pasien dengan alat-alat medis. Miranda yang menemaninya hanya bisa menunggu dan terus menunggu sampai pria yang dia cintai itu sadarkan diri. Pintu ruang rawat Dirgantara terbuka. Miranda menoleh melihat orang yang datang. Sosok pria memakai kemeja putih berbadan tinggi menghampirinya. Dia pun berdiri menyambut kedatangan pria muda itu yang tidak lain adalah anak angkatnya. "You're fine, Mah?" tanya pria itu sambil memeluk Miranda dengan erat. "Nooo, Mamah gak bisa tenang. Papah belum sadar juga, udah 3 hari papah gak sadar-sadar. Mamah takut..." keluh Miranda sambil membalas pelukan Ethan_putra angkatnya yang berkuliah sambil bekerja di luar negeri. Kini pulang

