“Gimana perkembangan papah?” tanya El sembari melangkah menuju papahnya yang terbaring di ranjang pasien. “Kamu bisa lihat sendiri, papah kamu masih belum sadar juga,” jawab Miranda yang duduk menemani suaminya. El menatap wajah papahnya. “Papah gak mungkin selemah ini. Dia pasti baik-baik aja.” “Papah kamu begini karena kamu,” ucap Miranda sambil menatap tajam putranya. Rasanya kesal sekali dengan anak itu. Putranya itu semakin hari bukan semakin baik tapi malah tambah buruk saja. Kalau nggak ada perubahan mungkin setelah orang tuanya meniggal baru menyesal. El menoleh memandangi wanita itu. “Apa yang sebenarnya kamu katakan pada papah sampai membuat papah menjadi seperti ini?!” desak Miranda. Sampai detik ini dia masih belum tahu sebab suaminya bisa jatuh sakit. El masih saja tidak

