Hanna keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang melingkar di tubuhnya, dia lalu berjalan ke arah walk in closet. Ceklek. "Hanna—" Pintu kamarnya tiba-tiba saja terbuka, terlihat Elov yang berdiri di depan pintu dengan tatapan kaget dan tercengang saat melihat tubuh Hanna yang hanya tertutup kain handuk saja. Dia menelan salivanya saat melihat tubuh Hanna, juga melihat rambut Hanna yang basah berantakan, membuat imannya sebagai seorang pria mulai goyah. "Tidak bisakah mengetuk pintu terlebih dahulu?" tanya Hanna seraya menutup erat bagian dadanya. Dia juga berbicara dengan gigi yang agak menggertak kesal. Dia juga sama kagetnya karena tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka. "Ke—kenapa pintunya tidak dikunci?" Bukannya menjawab pertanyaan Hanna, Elov malah balik bertanya. Hanna

