54. Mulai kita

2050 Kata

Tok …. Tok .... Tok ..... "Mbaaaaaak!" teriakku saat ada suara pintu rumah diketuk. Di rumah saat ini hanya ada aku dan Mbak Nurul. Mama dan Papa pergi sejak tadi pagi, Aidan seperti biasa ngapel bersama Calista. Jam menunjukkan pukul 3 sore, tidak mungkin orang rumah yang ketuk pintu dengan manisnya. Kalau Aidan cenderung ngetuk sambil teriak-teriak. Mama dan Papa pasti juga akan berteriak memanggil orang yang di dalam. Aku memandangi pintu yang menghubung ke dalam, sosok Mbak Nurul tidak muncul. Terpaksa aku bangun untuk membukakan pintu, padahal drama korea yang sedang aku tonton lagi bagian seru-serunya. Suara pintu rumahku diketuk masih terdengar. Ceklek. Seseorang di balik pintu adalah orang yang sangat aku takuti dan hindari sekarang. Rafael. "De, gue mau-" "Lo pula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN