52. Begitu ya

1666 Kata

Kini sofa yang menjadi favorit Alvin itu berisi kami berdua. Biasanya Alvin ogah berbagi sofa. Aku meneguk ludah melihat wajah Alvin dari dekat. Matanya terlihat lebih kuyu dan lelah dengan rona kehitaman di sekitarnya. Rambutnya sedikit menutupi kelopak mata Alvin. "Kamu ingat aku?" Dia mengulang pertanyannya lagi dengan serius. "Yang aku inget punya teman cowok di panti, dia yang nolong aku pas jatuh, nemenin aku main di ayunan, dan ngasih permen cokelat. Aku nggak inget sama sekali mukanya, di mimpi sosok itu mirip kamu versi kecil. Vin, jawab. Kamu bikin aku bingung!" seruku mendesak agar dia segera buka mulut. Alvin melebarkan tangannya menarikku lebih dekat padanya. Dagunya Alvin menempel di puncak kepalaku. Kesunyian menemani kami, pemuda itu tidak jua berbicara. Aku memejamka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN