Tugas Yang Telah Diberikan

1097 Kata
Jiang Wan menangkap tangan itu, tangan yang terasa sangat dingin. Lalu Jiang Wan dekatkan dengan  kening kepalanya. “Yang Mulia!” “Aku harap, kau bisa menyampaikan surat itu kepada putriku. Aku tidak memiliki lagi, kesempatan untuk melihat masa depan, aku harap dia bisa meneruskan keinginanku!”   “Anda tidak boleh berkata seperti itu! Kita pasti bisa melewati semua ini!” Jiang Wan meneteskan air mata, tidak akan sanggup melihat orang yang dihormatinya tersiksa seperti itu. “Selamat tinggal! Jiang Wan, aku harap kau memenuhi tugas terakhir dari diriku ini!”   Setelah ucapan itu, genggaman tangan milik Raja Ezraf menjadi dingin. Dan kemudian secara perlahan, tangannya itu tumbang dengan sendirinya. Jiang Wan tidak bisa bergeming, di depan matanya Raja Ezraf meninggal. Jiang Wan, terdiam dengan kepala yang tertunduk ke bawah. “Kenapa harus seperti ini… padahal Anda belum, menggapai ambisi Anda yang selalu aku dengar itu!” Sebagai ajudan kepercayaan sang raja, dan dia juga yang sering berinteraksi dengan beliau merasa kehilangan bagian penting dari dalam hidupnya. Raja Ezraf, sudah Jiang Wan anggap sebagai orang tua. Dulu ketika masa peperangan terjadi, Jiang Wan yang hanya, seorang anak yang menjadi korban perang dipungut oleh Raja Ezraf, hingga sekarang dia menjadi seorang jendral hebat.   “UH?” Tidak beberapa lama, Jiang Wan menoleh ke arah suara aneh. Setelah menoleh, terlihat seekor kuda yang sedang mendengkur. Mata Jiang Wan langsung membesar. “Benar, ini bukan akhir! Setidaknya, surat ini harus bisa aku sampaikan kepada Tuan Putri!” Jiang Wan yang masih dalam keadaan terluka, memaksakan diri untuk menunggangi kuda dan pergi menuju istana. Dalam perjalanan, tubuh Jiang Wan menjadi sangat lemah. Terlalu banyak darah yang dikeluarkan olehnya. “Sial! Aku tidak akan mungkin bisa, sampai ke istana untuk menyampaikan surat ini.” Disamping itu, kuda yang dikendarai olehnya juga sudah kelelahan, beberapa benturan akibat terjatuh dari bukit membuat kuda melemah. Merek telah berjalan hingga, matahari terbit. Sudah beberapa jam dirinya memacu kuda tanpa henti. “Kuda ini sama seperti diriku, dirinya sebenarnya ingin istirahat, namun ada tugas yang harus diemban! Uh!” Jiang Wan lalu, melihat asap hitam yang berasal dari barat. “Apakah di sana, ada orang!” Jiang Wan kemudian pergi ke arah sumber asap itu berasal. Dia berharap, kalau di sana akan ada orang yang mau membantu seorang pria tua yang telah terluka parah. Begitu mendekati sumber asap tersebut, ternyata di sana ada kamp yang sedang didirikan. “UH!” Seorang pria menggunakan tombak hendak berjalan, dia menjadi risih setelah mendengar suara aneh dari arah belakang. Ketika dilihat, seekor kuda dengan seorang pria yang sedang menunggangi di atasnya.   Segera pria itu menghunuskan tombak miliknya. “Siapa kau?” Pria itu merupakan penjaga, dan wajar kalau dirinya merasa waspada saat melihat kedatangan orang asing. Jiang Wan terdiam, dia diam untuk melihat pakaian yang digunakan pria bertombak itu. “Syukurlah! Ternyata kamp ini didirikan oleh pria itu!” Merasa lega dengan, simbol dan bendera yang terlihat Jiang Wan merebahkan tubuhnya. “Brack!” Dia tumbang dari atas kudanya, seperti batang pohon yang tidak berdaya.   “Oi!” Pria yang menggunakan tombak itu menjadi kaget dan heran. Lalu  orang mulai mendatangi pria tersebut. Mereka bertanya-tanya siapa pria itu. “Oh… dia…!” Kouki menyadari siapa pria yang terjatuh pingsan dengan tubuh yang berlumuran darah itu. “Ada apa Kouki? Apakah kau mengetahuinya?” Enza, bertanya kepada Kouki yang memasang wajah kaget. “B-Beliau adalah Jendral Jiang Wan!” “Apa?!” Seluruh orang yang mendengarnya, menjadi sangat kaget.   “Kita tidak punya, banyak waktu cepat kalian bawa dia ke tenda, aku akan memanggil Ketua Antlers.” *** Setelah itu Jiang Wan dirawat, dan diberikan pertolongan yang pertama. Darah yang terlalu banyak keluar, telah membuat tubuhnya menjadi sangat lemah. Obat yang diberikan tidak akan mampu menutup luka besar, yang sudah lebih dari 5 jam terbuka. Hanya semangatnya yang membuat pria itu masih tetap bernapas. “Hehehe… bukankah, aku ini hebat!” Jiang Wan berbangga diri, saat selesai menceritakan pengalamannya. “Kau ini!” Antlers ingin sekali memukul wajah Jiang Wan, akibat tidak sesuai dengan kondisinya sekarang. Dia memalingkan pandangan matanya. “Antlers, aku ingin kau memberikan ini!”   Satu gulungan yang digenggam, tangan berlumuran darah. Antlers mengambil gulungan tersebut. “Aku harap kau bisa membawa benda itu, sampai ke tangan putri raja! Dan hanya kau orang yang bisa aku percaya untuk melakukan tugas ini!” Mata Jiang Wan sangat sayu, dan senyuman tipis dia berikan. “Baiklah! Aku pasti akan memberikan, gulungan ini!” Antlers kembali menatap Jiang Wan. Pria itu menutup matanya, dan itu merupakan tanda kalau dia sudah meninggal. Antlers merasa sangat sedih, dirinya sudah mengenal lama Jiang Wan, bahkan banyak jasa Jiang Wan yang tidak bisa Antlers balas. Setidaknya, permintaan pria tua itu ingin Antlers laksanakan. Para anggota yang menyaksikan kematian Jiang Wan, juga turut bersedih. Mereka beberapa kali telah bertempur di bawah kepemimpinan Jiang Wan. Bahkan beliau adalah orang yang membuat mereka bisa bertemu dengan ketua hebat seperti Antlers. *** Setelah momen kesedihan itu, Antlers mengumpulkan para anggota pasukannya. Ada sekitar lima ribu orang yang berada di bawah komandonya. “Semuanya, aku mengumpulkan kalian untuk berita duka! Baru saja, kita kehilangan seorang jendral hebat yang bernama Jiang Wan! Beliau juga memberitahu, kalau Raja Ezraf juga telah meninggal!” Suasana menjadi hening, mendengar kabar raja negeri mereka meninggal tentu itu merupakan kabar buruk. “Namun, bukan berarti negeri ini akan mati. Lihat ini!” Antlers mengangkat tangannya, yang sedang menggenggam kuat scroll pemberian Jiang Wan. “Di dalam, gulungan ini terdapat perintah dari sang raja. Dan gulungan ini harus sampai ke tangan putri negeri ini. Jika kita tidak ingin negeri ini hancur, maka gulungan ini harus segera diberikan kepada sang putri raja!” Seluruh pasukan memasang wajah serius, mereka menganggap kalau yang dikatakan Antlers merupakan tugas yang harus mereka lakukan. Moral yang tadi hampir hancur, kini kembali menjadi kuat. “Aku akan, membagi kelompok! Sekitar 500 pasukan ikut aku ke istana. Sedangkan sisanya, tetap berada di sini hingga mendapatkan perintah selanjutnya, dan aku menunjuk Haze untuk memimpin kalian!” Haze membungkukkan kepalanya kepada Antlers. “Dengan senang hati, saya akan menuruti keinginan Anda!” “Tunggu!” Kouki, angkat bicara. “Kenapa hanya lima ratus yang ikut dengan Ketua ke istana? Setidaknya bawalah 2000 pasukan, sehingga jauh lebih aman!” Ucapan Kouki, juga didukung oleh, anggota pasukan. Tindakan Antlers seolah tidak masuk akal, dan mereka sangat khawatir dengan ketua mereka. “Kouki! Dan yang lainnya! Apakah kalian ini, tidak bisa berpikir?” Antlers berkata dengan nada tegas dan juga lantang. Antlers sudah memperkirakan semua kemungkinan terjadi, tidak akan mungkin dirinya bertindak tanpa perhitungan terlebih dahulu. __To Be Continued__
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN