BAB 3. “BABY SHARK”

1054 Kata
Enam bulan berlalu setelah keberangkatan Jery ,Oma Mia dan Opa Nugraha ke Hongkong untuk terapi psikis Jery. Hongkong,tepatnya di daerah Central Plaza yang juga merupakan pusat dari perusahaan milik Nugraha Abimanyu berdiri. “Jer.. Kamu yakin mulai masuk kantor hari ini?” “Ya donk Mi,Jery harus kerja supaya pikiran Jery juga ga mikirin masa lalu terus,Jery harus sembuh Mi demi anak Jery. Sampai hari ini Jery masih takut untuk ketemu Tasya, Jery takut nyakitin Tasya, padahal Jery tahu dia ga salah apa apa atas kepergian Kinan”. Sesal Jery “Its ok Jer, perlahan kamu pasti bisa melewati masa kelam ini. Lagian Natasya juga baik baikkan di rawat sama adik kamu sendiri”. Sambung Nugraha. “Iya Pi, kasian juga Leona masa mudanya malah terbagi untuk ngerawat anak Jery,bukannya fokus sama karier dan masa depannya sendiri”. Terselip rasa bersalah di hati kecil Jery kepada adiknya yang juga menutup perbincangan pagi menjelang siang ini di kediaman Nugraha. Di tempat lain,tepat nya di Coffee Shop milik Leona telah berkumpul tiga orang sahabat karib yang tengah bersenda gurau sekaligus ngobrol asik. Leona, Sandra dan juga Clara. “Ok kalau kamu berani nyanyi sambil joget Baby Shark di depan dua orang yang duduk di meja delapan itu, Aku beliin s**u untuk Natasya 30 box yang 500gr”, tantang Clara. “Beneran nih? Deal? Kamu jadi saksi ya San, kalau sampai Aku selesai nyanyi sambil joget Baby Shark di depan dua orang di meja delapan kita langsung go ke supermarket lantai satu beliin s**u 30box buat Tasya and Clara yang bayarin!” “Ok deal”. Pergilah Leona menghampiri dua orang lelaki di meja delapan. “Permisi Om”. Alexander Pratama dan asistennya Denis Saputra melihat sekilas ke sosok wanita yang menyapanya dengan sebutan Om. “ Hmmm maaf sebelumnya, Saya mohon ijin sebentar ya Om untuk nyanyi sambil joget Baby Shark di depan Om berdua,ini demi anak saya yang di sana itu”, tunjuk Leona ke arah Baby Walker dimana Natasya sedang tidur dengan pulas didalamnya. “Kalau saya bisa selesaikan tantangan ini anak saya di beliin s**u 30box sama mbak yang di sana itu”. Tanpa menunggu jawaban dari Alex,Leona pun langsung melakukan tantangan yang di berikan Clara. “ Baby Shark du du du du…Baby Shark du du du du du..Baby Shark”. Begitu Leona bernyanyi sambil menggerakan tubuhnya. Tanpa di sadari apa yang di lakukan Leona sudah mencuri perhatian Alex, pengusaha bertangan dingin yang memiliki bisnis menggurita dimana mana. Termasuk Mall yang saat ini mereka kunjungi merupakan salah satu milik Alex. Selesai bernyanyi dengan cepat Leona ingin lari dari hadapan dua orang yang dari tadi menjadi penonton bagi nya. Tapi dengan cepat pergelangan tangan Leona di tangkap oleh Alex. “Berapa box s**u yang kamu butuhkan? Coba bernyanyi sekali lagi, akan saya berikan s**u untuk anak kamu 1 mobil box penuh”. “Ehh ehh Maaf Om,ini salah paham,kita cuma lagi bercanda aja, saya aja iseng ikutin tantangan dari teman saya”.Jawab Leona panik dan dengan cepat melepaskan tangannya dari Alex dan berlari ke arah sahabatnya. “Kenapa bos, terpesona ya sama Leona?.” Ucap Denis tersenyum geli. “Oo kamu kenal mereka?” “Leona pemilik Coffee Shop ini bos, dan perempuan yang bersama Leona itu pacar saya.”Terang Denis malu malu. “ Pantasan kamu rajin banget minta ngopi,meeting,ketemu klien ke sini. Berarti kamu kenal donk sama suaminya Leona?”Tanya Alex menyelidik. “Hmm kalau itu saya kurang tahu bos, setahu saya Leona belum married tapi bingung juga kenapa tiba tiba udah punya anak. Nih medsosnya aja bos lihat kalau penasaran.” “Saya ga segitu keponya juga kali Nis”. Tapi diam diam ternyata setelah Alex sampai di ruang kerja nya, Dia membuka medsos milik Leona,menscroll setiap postingan milik Leona. Dilihatnya postingan foto ketika Leona wisuda,ada Leona,seorang bayi dalam gendongan nya dan juga seorang pria. “Mengapa aku jadi penasaran sih sama wanita ini, sepertinya Aku tidak asing dengan wajahnya..” dalam hati Alex yang penasaran tentang Leona tapi juga kesal melihat gambar foto keluarga bahagia di postingan medsos milik Leona. “Gara gara kamu ni Ra,,,” “Apaan sih Leona,namanya juga challenge,di terima ayo,ga juga ga apa kan”. “Iya sih tapi jantung ku mau lepas ini, apalagi waktu pergelangan tangan ku di tangkap rasanya jantung ini berhenti berdetak.” dengan ekspresi yang di lebih lebihkan. “Cie cie jatuh cinta pada pandangan pertama cie…”.Seru Clara dan Sandra bersamaan, di sambut suara tangisan Tasya yang terbangun dari tidurnya. “Cup cup sayangnya onty udah bangun,mimik s**u dulu ya sayang…” “Ma..ma…ma..ma.”kata pertama yang diucapkan Tasya di usianya ke tujuh bulan. “Aduhh coba lagi ngomong apa tadi? Aunty ga denger ni,..? “Ma..ma..ma…ma…” “Ya ampuun gemes banget sih sayang nya mama onty ini.” gemas Leona. “Sya nanti panggil onty Clara mami juga ya,kalau onty Sandra Bunda aja. Jadi Tasya punya tiga mama sekaligus,seru deh jadinya.”Ucap Clara dengan mata berkaca kaca. “Tapi Tasya harus paling sayang sama Bunda Sandra ya, karna tiap hari bunda jarang absen buat jagain Tasya,temenin bobo, mandiin, suapin makan dan lain lain”.Jelas Sandra Memang semenjak Leona memutuskan untuk merawat Natasya,kehidupannya berubah 180 derajat,begitu pula kedua sahabatnya, terutama Sandra yang begitu perduli kepada Natasya karna dia merasa memiliki nasib yang sama dengan bayi tersebut. Setiap kali Leona sibuk di Coffee Shop atau di Workshop, maka Sandra akan dengan ringantangan merawat Tasya walaupun tetap ada Bi Lia yang mendampingi. *************************************** “Ga ada postingan waktu married,kok anak onty tersayang?” gumam Alex melihat postingan medsos Leona. “Sore Pak Alex, ini laporan keuangan yang bapak minta. Sekilas memang terlihat ada yang janggal pak dengan laporan keuangan PT. LEON GARMENT SEJAHTERA ini.” Suara Denis memecah perhatian Alex. “Berapa persen saham kita di perusahaan tersebut?” “ Pak Alex memiliki 25 persen saham di perusahaan ini pak,50 persen owner, dan sisanya milik 3 perusahaan lain.” “Coba kamu selidiki dulu”. “Hmmm sebenarnya pemilik PT. LGS ini adalah orang tua dari Leona yang tadi itu pak”. “Yang tadi itu? apa sih maksud kamu?” “Itu yang Baby Shark di Coffee shop tadi”. Kening Alex sedikit berkerut seperti menangkap sesuatu dalam pikirannyoa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN