BAB 4. RENCANA TERSELUBUNG

887 Kata
“Becanda kale, he he he”. Seloroh Denis sebelum meninggalkan ruangan Alex. “Selidiki sekalian siapa Leona, pernikahannya and apa aja yang menyangkut wanita itu”. Mendengar perintah Alex seperti semilir angin segar di telinga Denis, setelah 5 tahun pasca hubungan Alex dan Amanda kandas tepat satu hari sebelum hari pertunangan mereka akan di gelar. “Siap laksanakan Bos! Aku rasa tugas yang kali ini di berikan akan sangat menyenangkan dan akan menjadi awal perjalanan cinta seorang Alexander Pratama”. Senyum bahagia tersungging di bibir Denis. Tak lama setelah keluar dari ruangan Alex, bunyi dering telephone Denis terdengar. “Ya Ra”. “Halo Kak,gimana, ada perkembangan apa ga nih dari si bos jutek itu?” “Ada dong, ini Alex perintahin aku untuk menyelidiki Leona, pernikahannya,suaminya, pokoknya apa aja yang berkaitan tentang Leona deh. Kamu siapkan kalau aku tanya tanya tentang Leona?. “Wah senangnya usaha kita buat dekatin Pak Bos and Leona ada kemajuan. Mau tanya apa aja sini aku jawab semua.” Semangat membara dari Clara mendengar ada respon yang di berikan Alex pada Leona. Denis yang putus asa bahwa sahabat yang juga atasannya sampai hari ini masih belum juga membuka hatinya untuk wanita manapun, padahal setiap wanita yang melihatnya pasti akan tertarik. Bagaimana tidak pria dengan wajah tampan, tubuh nya tegap, tinggi dan juga mapan di usia yang sudah menginjak 33 tahun. Setiap wanita pasti akan bermimpi untuk menjadi kekasihnya. Denis dan Clara berencana menjodohkan Alex dan Leona, tapi tidak secara langsung melainkan seolah olah mereka kebetulan atau tepatnya seperti di takdirkan bertemu. “Selamat sore anak onty yang manis kayak gulali…,hmmm wangi acemnya enak sekali ini…”gemas Leona mencium seluruh bagian wajah Natasya yang tampak lucu saat bangun dari tidur siangnya. “Hari ini Tasya temenin onty kerja lagi ya,karna kerjaan onty ini harus selesai 1 minggu lagi. Jadi Tasya mainnya di workshop dulu ya sama Bi Lia.” “Mamam mam…mam…”.Celoteh Tasya “O… anak onty udah lapar ya..oke oke tunggu sebentar ya sayang. Bi Lia, tolong siapin makanannya Tasya ya, yang di tas biru ya Bi”. “Siap non..segera datang”. Sudah tiga hari Leona lembur mengerjakan orderan pakaian dari sebuah onlineshope ternama, dengan ribuan followers, dimana Leona yang mendesign model bajunya. Disinilah dia sekarang di workshop lantai dua, dan butik miliknya yang berada di lantai satu. Ditengah kesibukannya suara HP Leona berbunyi tanda panggilan masuk. “Iya Ra, tumben telephone jam segini?” “Hmmm ga boleh nih telephone jam segini?” “Ya boleh aja sih,tumben aja,biasanyakan kamu kalau telephone tengah malam”. “Ich..ya udah sih,sama aja. Leona besok malam kamu ada acara ga? temenin aku yuk dinner. Hmmm sebenarnya aku mau kenalin pacar aku ke kamu dan Sandra, kaliankan sahabat aku, jadi ya mau tahu aja gimana pendapat kalian tentang pacar aku”. “Hmmmm sejak kapan kamu udah ada pacar? koq setelah jadian baru dikenalin? “Hehe ya maaf aku malu Na, lagian di kenalin sekarang belum terlambatkan? Jadi gimana bisa ga?” “Maaf ya besok malam aku ga bisa,soalnya aku udah tiga hari lembur di workshop ada deadline yang harus di selesaikan sebelum Sabtu depan. Rescedule aja ya,setelah kerjaan ku beres, bisakan?” “Gitu ya? Oke deh, nanti aku hubungi kamu lagi kalau kerjaan kamu udah selesai”. *********************************** Setelah beberapa hari lembur di workshop miliknya, kejutan pertama dialami oleh Leona. Pagi ini di tengah suasana yang santai setelah menyuapi Natasya, telephone Leona berbunyi. “Halo Leona, Kamu lagi ngapain sayang? Sibuk ga?” “Iya Mi, lagi di rumah ini baru selesai suapin Tasya makan. Ada apa Mi, kok suara Mami kayak orang panik gitu? “Hmmm Leona, Kamu mulai hari ini pindah ke apartemen kita yang di dekat Coffee Shop kamu ya, bawa Bi Lia dan Natasya pindah hari ini juga. Besok rumah kita akan di sita oleh Bank”. “Hah Mami ga salah,kok bisa sih Mi?” “Pak Andi, Kepala Bagian keuangan kita yang di Jakarta memanipulasi data Papi kamu untuk mendapatkan dana pinjaman dari Bank,dan jaminannya rumah kita dan beberapa aset lain. Detailnya tunggu Papi ke Jakarta aja,ini Kakak dan Papi kamu juga sibuk jawabin telp dari pemegang saham lain”. “Oke Mi, Leona pindah hari ini juga”. Putus Leona mengakhiri telephone dari sang Ibu. Leona pun bergegas membereskan semua keperluan yang penting saja untuk di bawa pindah ke apartemen milik mereka yang letaknya berada di pusat kota tepatnya di sebelah gedung Coffee Shop milik Leona. Hari yang panjang bagi Leona dan Bi Lia, sebab mereka sibuk sejak pagi karena pindah rumah mendadak seperti ini. “Bi Lia udah cukup beres beresnya, besok aja lanjutin lagi, Bibi Istirahat aja nanti Tasya biar Leona yang urusin”. “Baik non. Non yang sabar ya, Bibi harap non sehat terus, karna bibi juga lihat non kurang istirahat, mana harus ke Coffee shop, baru juga selesai lembur kemaren di butik sekarang pindahan mendadak plus ngemong non Tasya. Bibi salut sama non, udah cantik,pinter,rajin pokoknya plus deh”. Kagum Bi Lia kepada Leona. “Aduh Bibi… bentar lagi aku bisa terbang nih kalau di puji terus”. Suara tawa mereka melepas semua kelelahan hari ini, dan bagi Leona yang tak pernah mengeluh dengan kejadian buruk yang dia alami.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN