BAB 5. PERNAH BERTEMU SEBELUMNYA

1052 Kata
“Na jadikan nanti malam?” “Ya Ra jadi, tapi aku bawa Tasya ya, kamu ga keberatankan?”. “Ga donk boleh aja. Jam 18.30 di Coffee shop ya”. “Siap Bu!” “Ichh apaan sih, ha ha ha”. Akhirnya Clara pun mengatur janji untuk mengenalkan kekasihnya ke sahabatnya Leona dan Sandra, tapi Sandra mendadak harus ke luar kota jadi Leona saja yang akan dikenalkan nanti. “Waktu yang di tunggu tunggu pun akhirnya datang juga, mempertemukan dua insan yang semoga saja berjodoh”. Dalam hati Clara berharap. “Leona kenalin ini Denis pacar aku dan Denis ini Leona sahabat terbaik aku”. Mereka saling berjabat tangan dan mengenalkan diri masing masing. “Oh iya Ra ini aku juga mau kenalin kamu ke sahabat aku. Clara, Leona ini sahabat dan juga bos aku, Alexander”. “Hmmm kayaknya pernah ketemu deh,tapi di mana ya?” Leona seolah berpikir tapi dalam hatinya begitu berdebar, karena mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat challenge Baby Shark. “Oo iya Om yang waktu itu ya…” Leona pura pura baru mengingat kejadian saat itu. “Alex, dan saya bukan Om Om”. Alex berjabat tangan dengan Leona yang kelihatan sangat canggung di hadapan Alex. “Leona”. Singkat sambil melepas jabatan tangan dengan Alex. “Oh iya, Aku ada menu baru nih, Sandwich Bakar Tuna, Sandwich Bakar Vege dan ada beberapa varian lain, kalian pesan aja ya untuk masukan mana yang lebih enak and satu lagi kali ini Gratis”. “Wahh makasih ya Na kita yang ngajakin ketemu malah kamu yang traktir”. “Ya Ra santai aja kali. Hmm aku tinggal sebentar ya Ra, Denis mau lihat Tasya sebentar di dalam”. Bergegas Leona meninggalkan teman temannya, dan masuk ke ruangan seperti kantor kecil di belakang kasir Coffee Shop yang sudah di siapkan Leona khusus untuk dirinya istirahat, tapi sekarang lebih berfungsi untuk Tasya karna Tasya selalu di bawa oleh Leona kemanapun dia pergi kecuali hal khusus yang membuat Tasya tidak dapat di bawa. Sambil meletakan tangan kanannya di atas d**a merasakan detak jantungnya yang berdetak dengan cepat. “Ada angin apa ini bisa ketemu lagi sama Om itu, mana dia sahabat pacarnya Clara lagi, Is it a fate”? Gumam Leona kecil. ************************************ “Haloo kesayangan Onty, sini Onty Clara yang gendong. Kak udah cocok belum jadi mama dari anak-anak kamu?” “Hmmm udah cocok tapi lima tahun lagi ya”. “Ya ampun keburu ubanan donk, mending aku cari yang siap aja deh.” “Jangan donk Ra, becanda kali. Kamu tenang aja, setelah semuanya siap pasti aku datang ke kamu bawa penghulu”. “Ehemm”. Alex memutus obrolan Denis dan Clara yang sibuk memamerkan kebucinan mereka. “Ohh iya lupa ada jomblo karatan disini”. *Flashback* “Ini hasil penyelidikan saya tentang laporan keuangan PT LGS, Andi Indrawan Kepala Keuangan PT LGS menggelapkan dana perusahaan dengan memanipulasi data dan tandatangan Bapak Nugraha. Intinya keuangan PT LGS saat ini sedang goyang akibat dari perbuatan Pak Andi tersebut. Bapak Nugraha melalui kuasa hukumnya sudah melaporkan Pak Andi ke pihak berwajib atas tuduhan tindak pidana menggelapkan dana perusahaan dan memanipulasi data perusahaan. Salah satu akibat dari masalah ini rumah milik Pak Nugraha sementara di segel oleh Bank sampai ada kejelasan hukumnya. Nah karena rumahnya di sita oleh Bank, sekarang Leona, Tasya dan seorang ART nya pindah ke apartemen milik Pak Nugraha yang ada di sebelah gedung Coffee Shop nya Leona. Infonya Pak Nugraha,Istri dan anak pertamanya berada di Hongkong sudah hampir setahun”. Begitu detail laporan dari Denis. “Ok”. “Cuma itu tanggapannya Bos?” “Memangnya kamu mau saya jawab apa?” “Hmmm Bos ga penasaran Tasya itu siapa?Siapa suaminya Leona dan sebagainya?” “Kan kamu pernah ngomong Tasya itu bukan anak Leona, ngapain juga saya pusing siapa orang tua kandungnya. Saya cuma mau kamu atur pertemuan dengan Bapak Nugraha lusa di Hongkong”. Singkat, padat dan jelas. Begitulah Alex terlihat dingin dan misterius. *Flashback Off* “Thank you ya Leona, menu barunya enak semua apalagi di tambah gratis! He..he..he..”. “Sama sama Ra”. Senyum manis tersungging di bibir Leona. Sekilas Alex melihatnya dan mata mereka saling bertemu. Deegg d**a Alex berdesir, sudah lama Dia tak pernah merasakan hal seperti ini. “Leona ayo sekalian kita anterin kamu pulang kasian kan Tasya udah kemaleman juga kalau kamu naik taxi”. Denis menawarkan untuk mengantar Leona pulang, sebenarnya hanya basa basi untuk memancing reaksi Alex. “ Ohh makasih Kak Denis, ga usah. Aku tinggal di Apartemen gedung sebelah jadi dekat kok jalan kaki aja, sambil jalan jalan malam”. “Udah kamu pulang aja, Leona saya yang anterin pulang”. Sambung Alex sambil mengarahkan dagunya tanda Denis untuk segera pulang sekarang juga. “Oke deh kalau gitu aman. Bye Leona, bye Tasya, bye Bos…”.Respon cepat Clara sambil mendorong punggung Denis agar segera beranjak dari tempat itu. “Ayo saya antarin pulang”. Suara Alex memutus pikiran Leona yang melayang entah kemana. “E..enggak usah Om, saya tinggal jalan kaki aja sampai kok ga sampai 15 menit malah sangking dekatnya. Makasih loh niat baiknya”. “Kamu ga kasian sama bayi itu terkena angin malam, ini sudah jam sepuluh malam loh. Cepat saya tunggu di mobil sekarang”. Perintah Alex tak terbantahkan oleh Leona. Akhirnya disinilah Leona dan Tasya sekarang di dalam mobil milik Alex. Benar saja, tidak sampai 15 menit sudah sampai di depan pintu unit apartemen milik Leona tinggal. “Hmm makasih ya Om sudah di anterin. Maaf loh ga saya undang masuk berhubung sudah malam”. “Ya, lain kali jangan panggil saya Om, Saya ga setua itu juga”. “Ohhh iya maaf saya harus panggil apa ya? Saya takut ga sopan aja”. Leona yg gugup sudah membuka pintu apartemennya yang sekilas bisa di lihat oleh Alex bagian dalam unit tersebut. Nampak jelas sebuah bingkai foto keluarga yang cukup besar disana, dimana ada wajah Leona dan empat orang lainnya. “Terserah kamu aja. Saya pulang dulu jangan lupa kunci pintu kamu”. Terdengar tegas tapi juga hangat di telinga Leona. “Iya, thanks ya!”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN