Ibu Dadakan

1336 Kata

Awalnya, Shana kira dia akan berpura-pura. Memberikan senyum terbaiknya pada semua orang yang menyapa. Awalnya juga, Shana pikir hari ini akan terasa berat. Namun ternyata kenyamanan datang lebih cepat. Menjadi ibu dadakan adalah hal yang tak pernah Shana duga sebelumnya. Seperti sudah resiko karena ia menikahi seorang duda. Namun entah kenapa dia menikmatinya. Apa lagi melihat senyum Juna yang tak pernah sirna. "Kayaknya Mas Juna aja yang bahagia kalau pergi sekolah. Dulu saya malah sering nangis karena harus bangun pagi," bisik Shana pada Suster Nur. Suster Nur tertawa mendengar kata majikannya. "Mas Juna itu pinter, Bu. Dia seneng bisa ditemenin sama ibunya. Umur memang baru dua tahun, tapi Mas Juna sudah bisa mengerti keadaan." Shana membenarkan. Dia kembali melihat Juna dari keja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN