43. Petunjuk Alder

1517 Kata

Rosabella terbangun saat hari akan menjelang malam dan ia merasakan bahunya sakit. Lukanya berdenyut sakit. "Kamu sudah bangun?”tanya Adriel dengan suara lembut. Adriel berdiri di depan jendela menikmati angin sore yang sejuk. Sosoknya yang tinggi, tegap, dan mendominasi nampak mempesona. Rosabella mencoba bangun. Adriel langsung mendekatinya dengan cepat. "Jangan bangun dulu!" Adriel menempelkan telapak tangannya yang lebar di kening Rosabella. Ia bernapas lega. "Syukurlah demammu sudah turun." Tangan Adriel tidak juga pergi dari dahinya, bahkan perlahan mulai membelai rambutnya, lalu turun ke pipinya. Rosabella merasakan wajahnya memanas. Adriel mendekatkan wajahnya ke wajah Rosabella membuat gadis itu gelagapan. Wajahnya merona merah. Rosabella melihat luka di dahi Adriel. Ia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN