Bab 38

2257 Kata

Farras membuka matanya dengan lebar saat dia mendengar suara lenguhan Farhana. Farras terus menajamkan telinganya, kini wanita itu menggigil kedinginan. “Hana?” Farras segera menegakkan tubuhnya dan melongok wanita yang tidur di lantai itu.  Wajah Farhana pucat, kelopak matanya bengkak, seperti habis menangis. Farras segera turun dari ranjang dan mengangkat tubuh istrinya itu, lalu memindahkannya ke ranjang. Farras kemudian meletakkan telapak tangan di kening Farhana. “Badan kamu panas,” gumamnya.  Seketika rasa bersalah merajainya, bagaimana tidak, dia telah membiarkan Farhana tidur di lantai setiap malam selama tiga minggu. Bahkan selama itu juga Farras bersikap acuh tak acuh terhadap wanita itu. Kini Farras menatap Farhana yang masih menggigil, tapi tubuhnya panas sekali. Dia sampai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN