Bab 20

2414 Kata

Farhana sudah sampai di rumah, dia merebahkan tubuhnya di ranjang. Sementara Farras benar-benar tidak berpikir kalau sang pemilik rumah tengah merasa lelah, dia tetap saja berada di sana dan tak ingin pulang. “Han, kamu deh yang minta Farras buat pulang,” pinta Rahmi di depan pintu.  “Ibu saja. Aku capek.” “Han, ibu nggak tega.” “Kalau begitu kak Fahri saja,” ucap Farhana usai membuka pintu dan berdiri di sana.  “Kakakmu capek, dia sudah tidur dan mungkin dia tidak tahu kalau Farras masih di sini,” ucap Rahmi.  Farhana menoleh pada jam di dinding kamarnya. Waktu menunjukkan pukul sembilan. Pria itu benar-benar membuatnya kesal setengah mati. “Apa maunya dia?” Farhana mengentakkan kaki dan melangkah menuju ruang tamu. Di sana Farras masih terduduk dan memainkan ponsel.  “Kenapa kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN