Bab 28

1603 Kata

Farras memang tidak menghubungi Farhana seharian kemarin, Farhana rasa Farras sengaja, pria itu mungkin ingin membuat Farhana rindu dengan ketidakhadirannya. Tiba-tiba Farhana terkesiap saat pintu terdengar diketuk. Apa mungkin itu Farras, bukankah besok mereka akan melangsungkan pernikahan, kenapa harus ke sini? “Masuk aja, nggak apa-apa,” ucap Rahmi seraya mendorong pintu.  Senyum pemilik bibir tipis itu tersungging, wanita hitam manis berbalut jilbab pashmina berwarna abu-abu itu kini berdiri di depan pintu yang sudah terbuka.  “Ines?” Farhana kira Farras, kenapa tiba-tiba dia memikirkan pria itu?  “Hai, Han,” sapa Nesya seraya mendekat dan memeluk sahabatnya itu sekilas. “Kamu sekarang gimana, sehat?” Farhana kemudian mengangguk. “Aku sehat, Nes, tapi masih agak lemas sih,” jawab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN