Bab 29

1115 Kata

Farras tahu, di mana dia harus menemui Gias. Napasnya terengah menahan amarah. Tiga puluh menit berlalu, kini dia berhenti di depan kafe tempat Gias manggung dengan bandnya. Lalu dia turun dan membanting pintu mobilnya sendiri.  “Gias!” pekik Farras seraya menginjakkan kaki di kafe yang cukup ramai oleh para pengunjung itu. Semua orang menoleh pada asal suara.  Musik akustik yang sedang dimainkan Gias pun perlahan berubah hening. Gias menurunkan gitarnya dan bangkit dari duduknya. “Farras?” Dia lalu turun dari panggung setinggi satu kaki itu.  Tanpa aba-aba, Farras langsung menghadiahi tinju pada sahabatnya itu, hingga pertahanan Gias tumbang dan pria itu terpelanting ke belakang. Semua yang di sana terkesiap seraya menjerit histeris.  “Bangun!” teriak Farras seraya menarik kerah baju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN