Bab 25

2183 Kata

Farhana masih bergulung dengan selimutnya. Tubuhnya menggigil, badannya demam. Belum ada yang tahu dengan kondisi Farhana saat ini, angin telah merasuki tubuhnya.  “Han, kamu belum bangun?” tanya Rahmi. Dia kemudian mendekatkan telinga ke daun pintu. Semua tampak hening. Tak ada tanda-tanda kalau Farhana sudah terbangun dari tidurnya, tak biasa anak gadisnya itu bangun sesiang ini. “Han?” Rahmi mendorong pintu kamar anaknya. Tampak Farhana mengigil di bawah selimut. “Hana, kamu kenapa?” tanya Rahmi seraya mendekat.  Dia kemudian menyibak selimut, tampak pipi merah anaknya itu dengan mata terpejam dan kondisi wajah yang kehilangan cerianya. Wajahnya pucat sekali membuat Rahmi merasa semakin panik. “Badan kamu panas,” gumamnya usai menjauhkan telapak tangan dari kening Farhana.  Rahmi me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN