Bab 24

2096 Kata

Waktu menunjukkan pukul sebelas malam, semua orang sudah terlelap. Namun, Farhana masih mematut wajahnya di depan cermin. Lingerie hitam berenda membuat dua bukit mengintip dibalik bajunya yang seksi. Dia menyemprotkan parfum sweet lechi, hingga terbatuk lantaran terlalu banyak. Farhana mudah menjadi gila, jika itu menyangkut tentang dirinya dan Gias.  Dia bangkit dan menyambar kimono satin silk berwarna hitam untuk menutupi lingerienya. Kemudian berjalan ke luar dan berlalu bersama motornya. Tujuannya hanya satu, semesta harus merestuinya bersama Gias malam ini. Cinta memang telah membuatnya hilang akal sehat.  Tak perlu waktu lama, karena jalanan tampak lenggang, kini dia sudah berada di depan rumah Gias. Farhana tersenyum semanis mungkin, usai menekan bell dia berdiri membelakangi pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN