Farhana duduk bersandar. Dia lebih baik dan lebih segar sekarang, meski masih pucat. Namun, dia sudah merasa membaik. “Pulang yuk, Bu,” pintanya pada Rahmi. Rahmi yang sedang mengupas jeruk, tiba-tiba tergemap dengan permintaan Farhana. “Kata Dokter kalau baru bisa duduk, itu artinya kamu belum sepenuhnya membaik.” “Tapi biaya rumah sakit, pasti mahal.” “Nggak usah dipikirkan,” ucap Rahmi. Dia menyuapi anaknya dengan jeruk yang baru saja dia kupas. “Maaf ya, Bu, ngerepotin.” Kejadian dia di Bandung bersama Farras adalah sebuah pelajaran berharga. Tuhan mungkin saja memang tidak setuju dengan keputusan Farhana. “Hana nggak akan balik lagi ke Bandung.” “Kamu serius?” tanya Rahmi. Farhana mengangguk. “Hana mau di rumah aja, jagain ibu, jauh dari ibu nggak enak,” keluhnya. Farras benar-

