Bab 17

2380 Kata

Gias mengangguk. “Aku juga mau minta maaf,” ucapnya. “Han, orang yang dijodohkan dengan kamu itu, anak sulung keluarga Pranaja?” Farhana mengangguk.  “Bukan aku orangnya, Han. Kamu tahu, ‘kan, aku anak kedua dari dua bersaudara, ayah dan kakakku sudah meninggal dan aku tinggal dengan ibu saja. Jadi itu bukan aku.”  “Tapi, saya,” sahut Farras yang baru saja datang dan berdiri tepat di belakang Farhana.  Farhana terkesiap dan segera menoleh, tiba-tiba jantung Farhana mencelus. Dia merasa harapan dan kecewa meledak dalam satu waktu dan berhasil melukainya. “Ini maksudnya apa?” tanya Farhana seraya bangkit, diikuti Nesya dan Gias. “Maaf, Han.” Nesya segera menarik tangan Farhana. “Dua hari yang lalu. Farras datang dan dia mengakui semuanya. Aku tidak enak, Han, jadi aku katakan saja kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN