Bab 18

1836 Kata

Farhana segera berjalan menuju ruang tamu. Di sana Farras tengah menantinya. Dia lalu mengempas bok*ngnya dengan kencang, rambutnya terlihat acak-acakan, wajahnya jelek sekali, dia sengaja memasang wajah seperti itu agar Farras tidak suka.  “Ibu baru sadar rambut Hana berantakan, masa bertemu calon suami seperti ini.” Rahmi menyisir rambut Farhana dengan sela-sela jarinya. Rambut panjang gadis itu pun mengurai. Farhana hanya diam membiarkan ibunya melakukan apa yang dia suka terhadapnya.  Farras tersenyum. Dia ingat Shafira, adiknya, manjanya sama seperti Farhana, tapi dia kesayangan Oma Yuli, itulah sebabnya gadis SMA itu, tinggal dan sekolah di Bandung.  Farras terus memperhatikan ketika Rahmi mengikat rambut Farhana. Mengepang, kemudian mengikatnya di ujung. Setelah itu Rahmi menarik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN