Farras berhenti di depan klinik yang kebetulan sebentar lagi tutup dan hanya buka sampai pukul 14.00 karena ini akhir pekan. Farras tak peduli dia segera berlari sembari membawa Farhana dalam pangkuannya. “Tolong istri saya, Dok,” ucap Farras terengah. Dokter Eka bangkit dan menatap darah di kaki Farhana. “Istri Bapak kenapa?” tanyanya sembari menunjuk ranjang, agar Farras menidurkan Farhana di sana. “Semingguan lebih, hampir dua minggu dia sakit, vertigonya kambuh, tapi dia masih ada resep obat dari dokter dan hanya minum itu. Terus akhir-akhir ini dia ngeluh sakit maag dan tadi sempet muntah dan selesai makan dia pingsan,” tutur Farras. Dokter Eka mendekatkan stetoskop de d*da Farhana untuk mendengar detak jantung dan memeriksa pernafasannya. “Sepertinya agak sesak dan bisa saja i

