Farhana menyandarkan tubuh lemasnya di atas kasur, disangga dengan tiga buah bantal. Kepalanya masih sakit, perutnya masih terasa mual. Bahkan dia terus muntah setiap dia mengisi perutnya. “Hamil, kok rasanya gini,” keluh Farhana seraya menghela napas. Farras yang baru ke luar dari kamar mandi membersihkan sisa muntahan Farhana, langsung duduk di sebelahnya. “Ssshhhh ….” Dia kemudian mendekatkan kepala istrinya itu dan menyandarkan di d*danya. “Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Aa kerja.” Farhana menghela napas. Bibirnya mengerucut. “Sabtu, Minggu, ‘kan buat kamu,” ucap Farras sembari mengecup puncak kepala istrinya itu. Farhana tiba-tiba melorot dan merebahkan tubuhnya, dia lalu menarik selimut dan menutupinya hingga kepala, kemudian berbalik membelakangi Farras. Senyum Farra

