Beberapa kali suara bell terdengar nyaring. "Minah," panggil Farhana. Namun, sepertinya Minah sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dia juga baru ingat Oma Yuli sedang mandi dan Shafira? Entah ke mana gadis itu, Farhana tidak pernah tahu ke mana perginya. Perlahan Farhana bangkit. Ketegangan di perut semakin menjadi, lebih mirip seperti kram. Dia berjalan pelan. Farhana yakin itu ibu dan juga kakaknya yang datang dari Jakarta. "Minah." Sembari berjalan Farhana tetap memanggil Minah. Rumah Oma Yuli panjang dan lebar, sedangkan saat ini Farhana berada di paling ujung rumah tersebut. "Ke mana si Minah ini," dengkusnya. Akhirnya Farhana sampai di depan pintu dengan napas yang terengah. Dia membuka pintu, namun tiba-tiba tercenung saat melihat kalau yang datang bukan ibunya, melainkan seorang

