Farras berhenti di depan rumah Oma Yuli. Dia menurunkan kursi roda dari bagasi, kemudian membuka pintu mobil dan membantu Farhana untuk naik ke kursi roda. “Hati-hati.” Dia kemudian mendorong kursi roda itu dan membawanya masuk. Saat ada tiga undakan tangga, dia harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengangkat Farhana beserta kursi rodanya. Farras nampak kesulitan, hingga Fahri datang dan membantunya. “Makasih, Kak.” Fahri menegakkan tubuhnya. Dia kemudian menepuk bahu Farras. “Aku kagum sama adik iparku ini, meski dijodohkan tapi kamu sangat bertanggung jawab. Kamu membuktikan kalau kamu itu lelaki sejati. Farras tersenyum. Ucapan Fahri barusan berhasil menghiburnya. Namun, hati Farhana justru mengiyakan, tanggung jawab Farras memang terbukti, pria itu berhasil membuktikan sia

