Farhana tersenyum malu. Saat teringat kejadian semalam. Dokter bilang jangan banyak bergerak. Tapi Farras mengajaknya banyak bergerak. “Pria nakal,” ucap Farhana seraya mencubit kedua pipi Farras. “Kamu juga.” Kali ini giliran Farras yang mencubit hidung Farhana hingga memerah. kulit putih Farhana memang mudah merah jika terkena sentuhan yang agak keras. Percakapan ringan dan senda gurau sepasang suami-istri itu didengar oleh Lintang yang kebetulan lewat saat hendak pergi bekerja. Lintang hanya menatap punggung Farhana yang sedang duduk di atas kursi roda sementara Farras berjongkok di depan Farhana dan cahaya matahari memberi hangat ke tubuh mereka berdua. “Aku berangkat, ya,” ucap Farras seraya bangkit, kemudian mengecup kening Farhana. “Ingat jangan banyak bergerak. Ada Minah, ada

