Panas terik memperparah kondisi jalanan, debu-debu terbawa angin dan terhirup oleh para pekerja proyek. Semua orang yang bertopi kuning itu menoleh, menatap BMW hitam yang baru saja berhenti tepat di depan mereka. Farras mengernyit, silaunya sinar matahari membuat matanya menyipit, dia menatap tajam pada mobil hitam itu. Sungguh dia mengenal siapa pemilik mobil tersebut. Farras segera berlari mendekat ke tempat mobil itu berhenti. Farhana menghela napas. “Jalannya jelek banget ya, Mang,” keluhnya pada sopir Oma Yuli. “Kan lagi ada proyek, Bu, nanti kalau perumahannya udah jadi, pasti jalannya jadi bagus.” Farhana mengangguk, dia kemudian membuka pintu dan tergemap menatap Farras yang sudah berdiri sembari berkacak pinggang dan menatapnya tajam. Farhana segera saja menyunggingkan sen

