Bab 36

2006 Kata

Farras benar-benar membawa Farhana ke Bandung dan berniat tinggal di sana. Rahmi nampak sedih, namun, walau bagaimanapun Farhana kini berstatus sebagai istri Farras dan pria itulah yang lebih berhak atas anaknya.  Farhana terus menyeka air mata, perjalanannya ke Bandung dipercepat. Farras benar-benar tak mengizinkannya tinggal bersama ibunya terlebih dahulu.  “Kenapa harus sedih?” tanya Fahri. Dia kemudian merangkul bahu adiknya itu. “Sekarang kamu berstatus sebagai istri dan jangan pernah lupa untuk menunaikan kewajibanmu,” petuah Fahri tak membuat Farhana tersadar, dia malah semakin ingin menangis.  Namun, Farhana hanya bisa menangis dalam diam, dia kembali menyeka air matanya seraya tertunduk. Fahri membelai puncak kepala adiknya itu sembari mengurai pelukan. Kini pelukan itu diganti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN